Rabu, 23 Desember 2015

Wahai Pencinta Cinta



Written by: Alfha Sari
Sumber: elianajungworld.wordpress.com
Cinta . . . Cinta . . . Cinta
Kata yang indah untuk didengar. Satu kata yang memberikan kebahagaiaan. Satu kata yang bisa mengusik jiwa. Jiwa yang lembut bisa menjadi keras, jiwa yang beku bisa menjadi cair, jiwa yang suci bisa menjadi rusak, bahkan jiwa yang baik akan bisa bertambah baik ketika mengenal CINTA.
Cinta ibaratkan angin, yang tak bisa kita bawa kemanapun, tapi bisa kita rasakan adanya dia. Cinta adalah sebuah masalah yang tidak bisa kita hindari, dan harus kita jalani serta lewati seberat apapun itu.
Semua remaja mempermasalahkan cinta. Cinta adalah sesuatu yang tak akan pernah ada habisnya jika diungkapkan. Masalah cinta tak akan pernah ada jalan penyelesaiannya. Cinta itu relatif. Ada yang berbicara cinta itu indah. Ada yang berbicara cinta itu perjuangan yang patut di perjuangkan. Ada juga yang beranggapan bahwa cinta itu hanya menghabiskan waktu, tenaga dan fikiran.
Cinta sebenarnya tidak salah. Hanya pelakunya-lah yang salah mem-posisi-kan cinta. Mereka menganggap cinta complicated. Cinta itu rumit.
Bagaimana tidak, kita mencintai seseorang dan rela mengorbankan waktu, usaha, dan juga perasaan demi orang yang di cintai. Terlalu lama berharap, namun ia mengabaikan. Terlalu takut untuk mengungkap, sampai kapanpun ia tidak akan sadar. Lalu bagaimana? Salahkah aku? Tidak kawan, kita hanya salah dalam menempatkan hati.
Cinta juga tidak perlu berlebihan. Saat kita menempatkan hati pada seseorang, pasti kita mengharapkan perlakuan khusus juga. Saat kita bernaung dalam dunia cinta, seakan nadimu terhubung dari hati hingga ke otak. Sehingga menimbulkan suatu emosi yang tak terkendali. Hal-hal gila bisa saja kita lakukan. Titik kecerdasan yang melemah hingga 10 persen banyaknya. Semua itu karena apa? CINTA
Alangkah lembut hati ini, tapi sayang ia terlalu rentan. Rentan sakit, rapuh dan jatuh. Berusaha untuk tegar ternyata susah. Saat kita merasakan terperangkap dalam dunia yang memang kita rasakan sendirian.
Menunggu sampai harapan sejati  itu ada. Sejatinya cinta tak menuntut kita untuk lelah. Ketulusan cinta serta keikhlasan hati manusia tak semuanya sama. Kita tidak bisa memaksakan cinta atas keinginan dasar hati kita saja. Orang lain juga memerlukan toleransi cinta. Suatu hal yang lucu jika kita membentuk cinta orang lain untuk kebahagiaan kita. Kita juga tidak mesti untuk merubah diri karena seseorang atas dasar cinta.
Saat kita berkorban nafas untuknya yang di cinta. Saat kita merelakan semua untuknya yang di cinta. Saat kita tak lagi menjadi diri kita sendiri untuknya yang di cinta. Saya ragu, apa benar itukah cinta?
Cinta itu bebas. Cinta itu tak memerlukan pengungkapan. Kita bebas untuk mencintai siapapun. Tapi ingat, orang yang kita cintai juga berhak bebas untuk mencintai siapapun juga. Sekalipun itu bukan kita yang ia cintai. Jangan memaksa menjadi apa yang kita ingin. Biarkan cinta mengalir apa adanya. Terima orang yang mencintai kita. Cintai orang disekeliling kita. Cintai semua yang mencintai kita.

“kita tak perlu memaksa seseorang untuk mencintai kita. Biarkanlah ia yang menilai kita baik atau tidaknya kita untuknya”. –Sang Pemimpi.AF-

Cintai juga apa yang kita lakukan. Sebab dengan mencintai membuat kita jauh lebih mengenal, jauh lebih dekat dengan apa yang kita cintai. Jangan lupa untuk selalu mencintai Sang Pencipta cinta. Karena Dia, menciptakan cinta kita untuk mencintai-Nya.

Apa kata mereka?
-Menurut kalian, apa itu cinta?-
Ade Patrick, “cinta itu sukar untuk dijelaskan. Namun cinta itu jelas bisa di rasakan. Jadi itu masih menjadi misteri antara hati ke hati. Lalu apa itu cinta? jawabannya adalah roda”

Robin, “hal yang paling penting dan berharga”

Arr Wijaya, “Cinta itu tergantung pembawaanya. Kita tidak perlu untuk mengungkapkan ke orang yang kita suka. Tak perlu juga untuk berubah demi orang yang kita suka. Tapi cinta itu butuh untuk saling support dan saling percaya satu dengan yang lain. Tidak boleh berlebihan karena sakit misal terlepas, dan tidak boleh juga renggang karena bukan cinta itu namanya tetapi perhatian. Jadi cinta itu hanya bentuk saling support dan percaya satu sama lain melalui hati, jiwa dan fikiran. Bukan hanya untuk seseorang tapi cobalah untuk mencintai semua orang yang ada di sekitar kita.”

0 komentar:

Posting Komentar