Jumat, 04 Maret 2016

Jadi guru Sebulan



Sumber gambar: bapinda.com

Liburan selama satu bulan, sudah sangat cukup lama bagiku. Untungnya saat pulkam aku sudah merencanakan sesuatu supaya tidak terlalu bosan. Di desaku aku mengajar les setiap hari.
Aku mengajar di dua sekolah sekaligus. Jadi di bagi masing-masing tiga hari dalam seminggu. Hari liburku cuman sehari. Setiap siang hari jam 2 aku sudah harus berangkat mengajar ke sekolah. Pagi harinya di rumah aku menghabiskan waktu nyuci baju, nyuci piring, beres-beres rumah, masak-masak, dan sisanya internetan. Kebetulan rumahku punya wifi, soo inilah yang membuatku lebih betah di kampungku daripada di Bengkulu, hahah.
Aku mengjar di sekolah dasar. Materinya masih sederhana dan biasa-biasa aja aku bilang. Les bahasa inggris disini dijadikan ekstrakurikuler. Dan aku dikasih transport sesuai dengan laporan keuangan sekolah. Hahah.
Yang aku ajar cuman kelas 5 dan kelas 6. Menghadapi anak kecil yang masih dalam masa bandelnya, membuatku harus ekstra sabar. Kadang sakit sih kalo kita menjelaskan sesuatu tapi mereka sibuk sendiri. Ternyata jadi guru itu gak enak kalo gak diperhatiin. Sakit broh! Sakiit!
Tapi sebelum belajar pertama kali aku udah bikin perjanjian sama mereka. Yang ada di dalam kelas hanyalah orang yang mau belajar. Kalo yang mau main-main silahkan tidak usah belajar disini. Alhasil mereka semua menurutt dengan perjanjianku. Ada sih satu dua orang yang memang bandel, kadang masuk kadang gk sama sekali. Sekalipun masuk gangguin kawan yang lain. Ditanyain ini itu gak bisa. Disuruh belajar lagi nantinya ditanyain lagi, tetap gak biisa. Ada!
Ada juga yang penurut dan mudah menyerap pelajaran. Disuruh ini itu bisa. Kalo yang ngajar tipe seperti ini sih enak. Tidak perlu menguras tenaga, cukup kasih materi, mereka diam.
Begitulah ternyata kalo jadi guru. Susah senang duka penat selalu ada. Tapi guru adalah orang yang pantas ditiru. Jadi untuk kita para guru, jangan melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik di depan anak-anak.
Walaupun diri kita kesehariannya belum tentu baik. Tapi setidaknya saat kita mengajar di depan anak-anak, tunjukkanlah sikap yang pantas ditiru oleh anak-anak. Karena biasanya anak-anak suka sekali meniru orang yang mereka anggap tua. Jadi jangan pernah berbuat kesalahan di depan mereka.
Sebulan lamanya ternyata tidak terasa. Selesai sudah tugasku menjadi guru untuk mereka. sekarang waktunya pulang ke habitat. Mencari ilmu untuk nantinya di bagikan lagi kepada mereka.
Sebelumnya aku sengaja mengadakan perpisahan dengan mereka. Aku memberikan hadiah sedikit kepada mereka yang semangat belajar. Ya memang dari awal aku memantau perkembangan mereka dari memang tidak tau sama sekali sampaii mereka bisa.
Biasanya disekolah, hadiah diberikan kepada yang paling pintar dikelas. Aku malah memberikan hadiah kepada mereka yang semangat. Dari awal kemampuan mereka semakin meningkat. Tiga orangku pilih untuk menerima hadiah.
Sudah ku jelaskan kepada mereka bahwa hadiah ini bukan untuk juara satu dua ataupun tiga. Aku tau yang paling pintar diantara mereka. tapi yang paling pintar malah tidak mendapatkan hadiah. Kenapa? Karena perkembangan mereka masih imbang. Sedangkan aku memilih mereka yang perkembangannya melejit. Alhasil terpilihlah orang yang biasa-biasa saja tapi memang semangat dan terus berkembang kemampuan mereka.
Pengalamanku mengajar selama satu bulan menurutku sudah cukup puas. Nanti akan ku perbaiki lagi apa yang kurang. Liburan selanjutnya akan kucoba lagi mengajar mereka dengan lebih baik lagi.
Perbaiki dulu semuanya. Isi ilmu banyak-banyak lagi. Dan kembali lagi nanti menebarkan ilmu kepada mereka. semangat selalu untuk memantaskan diri menjadi guuru yang pantas ditiru anak-anaknya.
Salam imajinasi Dreamers! Thanks for reading! Bye bye.

0 komentar:

Posting Komentar