Senin, 28 Maret 2016

Keadaan Kelasku



Sumber gambar: Paparazzi pribadi
 Beginilah keadaan kelasku sebelum memulai pelajaran. Mereka terdiri dari berbagai macam watak, daerah, sifat maupun kepribadian. Semuanya mempunyai ideal atau khas masing-masing.
Ini merupakan salah satu “kerjaan” kami dikala menunggu dosen masuk. Berbagai macam yang dilakukan, selfie, dengar musik, main hp, ngobrol dan lainnya.
Sumber Gambar: Paparazzi pribadi
 Dintara perbedaan itu, ada satu yang membuat mereka semua sama. Do you get it?
Handphone. Setiap orang sibuk dengan handphonenya masing-masing. Handphone seakan menyeret kedalam dunia baru. Dunia yang hanya milik berdua, antara handphone dengan si pengguna.
Ngomongin soal handphone, emang sudah mewabah sekali. Semua orang pasti punya, bahkan ada yang punya lebih dari satu handphone (termasuk aku). Baik itu untuk berkomunikasi atau sekedar gaya-gayaan semata.
Handphone terkadang menjauhkan yang dekat. Dan tidak lupa jua berfungsi untuk mendekatkan yang jauh. Artinya, kadang si orang-yang-sibuk-main-handphone mengacuhkan orang lain yang ada disekitarnya. Dan juga kadang terlalu ramah kepada orang yang jauh dengannya. Seakan yang jauh terhubung dengan sangat dekat.
Manusia itu saling berhubungan dan memiliki keterkaitan. Kita tidak bisa hanya hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Begitupun sebaliknya, orang lain tidak bisa hidup / berdiri sendiri. Semuanya pasti saling membutuhkan.
Beginilah fenomena yang sudah ada saat ini. Kita seolah memiliki rantai di pergelangan tangan kita. Terikat oleh handphone. Selalu dibawa kemanapun dan digunakan untuk apapun.
Tapi ingat, dunia ini semakin canggih. Artinya teknologi semakin maju, dan pemikiran kita harus ikut maju. Jangan sampai tertinggal karena terlena oleh keadaan.
Manfaatkan sebaik-baiknya zaman dan teknologi yang semakin maju ini. jadikanlah dia se-berguna mungkin. Jadikanlah dia sebagai pembantu kita untuk mencapai masa depan yang baik.
Maaf gambarnya saya ambil dengan paparazzi. Jangan ada yang tersinggung yah. Kita semua sama, saya juga seperti itu. Hanya jadi bahan acuan untuk semuanya yang terbaik.
Thats it! Sesimple itu! Terimakasih sudah membaca. Salam Imajinasi and see you!

0 komentar:

Posting Komentar