Rabu, 06 April 2016

Kurangnya Rasa Syukur



Apa sih yang menyebabkan kemampuan kita tidak pernah berkembang? Selalu saja jalan ditempat. Setiap hari berkuliah, niat dari awal untuk menuntut ilmu dan membahagiakan orang tua.
Setiap hari menghabiskan waktu, tenaga, bahkan uang orang tua kita habiskan. Setiap hari, selama kita berada di kampus. Anggap saja lebih kurang empat tahun.
Sudah berapa ratus juta uang yang telah kita habiskan. Sudah berapa lama waktu yang kita buang. Demi berkuliah dengan alasan menuntut ilmu demi membahagiakan orang tua.
Lalu kenapa kemampuan kita tidak pernah berkembang, bahkan jalan ditempat. Kemampuan yang dari semester satu sampai semester akhir selalu sama. Tidak ada peningkatan yang tajam.
Empat tahun lamanya kita berada disini, di kampus. Menuntut ilmu, dengan konsentrasi yang sama. Belajar hanya tentang jurusan kita. Selama empat tahun!
Tapi mengapa hasilnya jalan ditempat. Sama sekali tidak ada peningkatan. Sama sekali tidak ada kemajuan. Kita tak pernah tumbuh dengan dewasa. Kita tidak bisa memikirkan masa depan.
Apa yang kita lakukan? Main-main! Menganggap semuanya mudah! Menganggap semuanya pasti akan berlalu.
Aku selalu ingat dengan kata-kata seseorang yang selalu menginspirasiku. Bahwa sebuah teko jika tidak ada isinya, dia tidak akan bisa dituangkan kedalam gelas atau cangkir.
Teko kosong, jika airnya tidak ada, ketika kita menuangkannya kedalam gelas. Apa yang terjadi? Gelas itu sudah pasti juga kosong. Begitu juga dengan kita, jika dibiarkan saja tanpa diisi, kita juga akan kosong.
Zaman semakin maju dan canggih. Seorang yang tidak memikirkan untuk masa depannya lambat laun akan tertinggal. Tertinggal oleh kepintaran zaman.
Mungkin tidak semuanya bisa menjadi orang yang pintar. Tapi setidaknya kita bisa bertindak kreatif sesuai dengan zaman agar tidak ketinggalan. Belajar berfikir dewasa. Karena kita adalah masa depan.
Masa depan ada ditangan kita. Masa depan hanya untuk orang-orang yang mau berfikir maju. Masa depan hanya untuk orang-orang yang bertindak dari sekarang. Bukan yang membiarkan dirinya jalan ditempat tanpa berkembang.
Apa sih yang membuat kita sulit untuk berkembang?
Salah satunya yaitu kurangnya bersyukur.
Mengeluh merupakan sikap yang kurang bersyukur. Mengeluh sama saja membantah takdir Allah. Mengeluh dengan situasi, mengeluh dengan cuaca, mengeluh dengan pekerjaan, mengeluh dengan apa yang terjadi.
Tidak tahukah kita, mengeluh itu bisa mengecilkan hati. Mengeluh dengan apa yang telah diberikan, membuat kita jauh dari rasa untuk bersyukur.
Cuaca panas, mengeluh. Cuaca dingin mengeluh. Hari mendung, mengeluh. Banyak tugas, mengeluh. Gak punya uang, mengeluh. Sakit dikit, mengeluh. Repot sedikit, mengeluh.
Jangan hanya memandang keatas hingga lupa dengan yang dibawah. Tak malukah kita dibalik keluhan kita banyak orang lain dibawah kita yang  menginginkan posisi kita sekarang.
Belajarlah untuk bersyukur. Bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan. Bersyukur atas keberuntungan. Bersyukur atas hidup yang kita lalui setiap harinya. Allah memberikan segalanya, tapi kita balas dengan keluhan.
Saat kita mengeluh dengan banyaknya tugas, ingatlah orang lain yang harus mencari uang dahulu untuk bersekolah. Saat kita mengeluh dengan cuaca, ingatlah orang lain yang sangat menginginkan untuk melihat dunia.
Terlalu banyak keluhan, hati kita akan semakin kecil. Kita akan terbiasa menjadi orang yang kurang bersyukur. Itulah yang menyebabkan kemampuan kita tidak pernah berkembang. Kita kurang bersyukur dengan apa yang ada. Sehingga keluhan hanya membuat kita mudah putus asa.
Aku pernah membaca buku dari seorang yang juga menginspirasiku. Bahwa apapun yang kita pikirkan atau ucapkan, alam akan menariknya dan suatu saat akan dikembalikan lagi ke diri kita.
Setiap hari kita mengeluh dengan semuanya. Energi negatif itu akan diserap oleh alam. Apapun hal “sial” yang terjadi dengan kita, itu adalah energi dari alam yang dikembalikan lagi ke diri kita.
Begitupun sebaliknya, apabila kita berbuat baik dan selalu berfikir yang positif. Energi positif itu akan diserap alam, dan dikembalikan lagi berupa nikmat atau mungkin rezeki untuk kita.
Jadi jika kita sekarang masih jalan ditempat, kemampuan kita tidak pernah berkembang. Itu berarti terlalu banyak energi negatif yang selalu kita sebarkan ke alam.
So dreamers, mari kita sama-sama merubah perilaku negatif menjadi positif. Mulai berfikir dewasa untuk masa depan. Tanpa keluhan, perbanyak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Dan tebarkanlah aura positif yang bermanfaat untuk orang disekitar kita.
Semoga hidup kita menjadi lebih bahagia tanpa beban dan tanpa keluhan. Semangat selalu untuk kita semua. Salam Imajinasi dari Sang Pemimpi, sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya. Bye bye!
***
Nb : Tulisan ini merupakan tantangan dari kelas menulis yang saya ikuti www.nahimapress.com .

Penulis bisa ditemukan di:
Facebook : Blog Sang Pemimpi
Twitter : @alfha_sari4
Line & Instagram : alfhasari

0 komentar:

Posting Komentar