Rabu, 13 April 2016

Menentang Nikmat Tuhan



Sumber Gambar : immashpratiwi.blogspot.com

 Dua kenikmatan yang tidak boleh disia-siakan yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang.
Kemaren aku sempat menjenguk salah satu inspiratorku, mbak Pop. Iya aku memanggilnya mbak POP. Beliau sempat dirawat dirumah sakit dua malam. Dan karena permintaan Beliau-lah aku menulis tentang ini.
Aku sempat melihat banyak sekali orang-orang yang datang menjenguk. Terutama anak organisasi. Karena si mbak POP ini merupakan aktivis, so tentunya banyak teman.
Dengan keadaanku sekarang, aku sempat berfikir “enak yaa kalo sakit, banyak teman yang mengunjungi!”. Kita jadi lebih tau, siapa yang memang peduli dengan kita.
Tak semudah itu ternyata, aku pernah sakit. Sakit itu sangat tidak enak sekali. Baru sakit bulanan aja udah gak kuat, apalagi kalo sakitnya parah. Apalagi juga kalo jauh dengan orang tua sepertiku.
Sempat aku berfikir seperti itu, “Ingin sakit”. Tapi kadang tersadar, Astaghfirullah nikmat Allah tidak boleh disia-siakan.
Aku merasa bersalah sekali jika nikmat kesehatan ini tidak aku syukuri. Memang mungkin ada juga yang beranggapan sepertiku. Menginginkan posisi orang lain tanpa mensyukuri posisi diri sendiri saat ini.
Mengeluh, menentang takdir Allah. Tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Allah. Nikmat kesehatan yang mahal harganya. Tak bisa dibeli oleh siapapun, serta tak ternilai oleh apapun.
Banyak orang berjuang dengan penyakit yang dideritanya. Mereka berdoa, bersimpuh memohon kesehatan datang kepadanya. Sedangkan kita yang penuh dengan nikmat malah menentangnya.
Intinya kita harus bersyukur dengan segala nikmat. Nikmat yang kecil tapi berdampak bagi kita. Nikmat sehat, nikmat hati, nikmat ilmu, nikmat kemampuan, semua yang ada di tubuh kita merupakan nikmat yang diturunkan oleh Allah kepada kita.
Mari kita sama-sama bersyukur dengan cara menjaga nikmat tersebut dengan sebaik munkin. Jadikanlah diri kita bermanfaat untuk orang lain. Semangat untuk semuanya, jangan mengeluh serta perkaya hati dan perbanyak ilmu pengetahuan.
Sampai jumpa di postingan selanjutnya, Salam Imajinasi dari Sang Pemimpi. Bye Bye!

Penulis bisa ditemukan di:
Facebook : Blog Sang Pemimpi
Twitter : @alfha_sari4
Line & Instagram : alfhasari

1 komentar:

  1. wah bener banget kita kudu rajin bersyukur nih gawat kalo enggak....

    BalasHapus