Senin, 02 Mei 2016

Sosok Inspiratif itu adalah Mama



This is my Mom

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Hardiknas sendiri diperingati setiap tanggal 2 Mei. Bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara atau yang sering kita sebut dengan Bapak Pendidikan. Siapa yang tidak tahu dengan sosok pahlawan yang satu ini. Anak SD pun tahu, karena sering sekali fotonya dipajang didalam kelas. Hanya saja mungkin kita masih belum tahu sejarah tentang Beliau.
Raden Mas Soewardi Soeryaningrat atau yang lebih kita kenal dengan Ki Hajar Dewantara. Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional karena ajaran/semboyannya yang luar biasa. Tut Wuri Handayani (dibelakang memberi dorongan), Ing Madya Mangun Karsa (ditengah memberi semangat), dan Ing Ngarsa Sung Tuladha (didepan memberi contoh). Selanjutnya Tut Wuri Handayani terdapat dalam lambang pendidikan baju sekolah kita.
Begitulah sekilas tentang Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Berbicara mengenai pendidikan, tentu kita semua pertama kali mengenal pendidikan didalam lingkungan keluarga. Dan yang paling berperan dalam pengenalan pendidikan utama dari orang tua.
Biasanya yang paling dekat emosionalnya dengan kita yaitu ibu. Saya pernah membaca bahwa pendidikan utama itu dari ibu kita. Maka dari itu, seorang ibu haruslah cerdas dalam mendidik anak-anaknya.
Sosok inspiratif yang saya kagumi dan sampai saat ini saya banggakan yaitu Mama. Mama saya mengajarkan secara tidak langsung pentingnya pendidikan untuk kita sebagai wanita.
Karena kebetulan Mama saya adalah seorang pendidik. Dan yang dididik bukan hanya anak-anaknya, tetapi anak-anak calon penerus bangsa. Saya terinspirasi dari Beliau, dengan kegigihan Beliau memperbaiki status keluarga. Karena pada saat itu hanya Mama saya yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke jenjang tinggi dan menjadi pendidik hingga saat ini.
Untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, tentunya keluarga Mama saya bukanlah orang yang berada. Berulang kali beliau bercerita tentang perjuangannya melawan arus kehidupan.
Arus panjang ke-tidak-mampuan dalam materi tak menyurutkan niatnya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Dari kecil Beliau sudah dikenalkan dengan pahitnya kehidupan, sudah dikenalkan untuk mencari materi sendiri.
Hal itu tak membuatnya mengeluh ataupun menyerah dan membiarkannya terseret arus kehidupan. Beliau mampu bangkit sendiri, menjalani suka duka kehidupan dan menikmati sisa-sisa luka yang hampir mengering.
Perjuangannya sungguh menginspirasi saya, bahwa materi bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Bahwa lingkungan atau kondisi keluarga yang tak mampu bukanlah penghalang untuk membebaskan diri dari belenggu kebodohan.
Keberhasilan itu tergantung pada mampu atau tidaknya diri kita melawan arus tersebut. Jika diri kita merasa tidak mampu dan memilih berhenti, maka siap-siap untuk terseret arus yang entah sampai dimana muaranya.
Saya akan selalu mengingat perjuangan Mama saya hingga Ia bisa menjadi seperti sekarang. Tentunya dengan mengingat hal yang pahit, bisa menjadi acuan semangat kita untuk terus bergerak. Karena jika kita tidak bergerak dan memilih diam ditempat, kita akan tenggelam di derasnya arus kehidupan.
Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional!

Penulis bisa ditemukan di:
Facebook : Blog Sang Pemimpi
Twitter : @alfha_sari4
Line & Instagram : alfhasari

3 komentar:

  1. Dari sosok beliau, nyatalah bahwa ada jalan dalam setiap kesungguhan..

    BalasHapus
  2. Heya i am for the first time here. I came across this board and I in finding It really helpful & it helped me out much. I am hoping to present one thing back and help others such as you aided me. capital one credit card login

    BalasHapus
  3. What's up Dear, are you in fact visiting this website on a regular basis, if so after that you will definitely obtain fastidious knowledge. aol login

    BalasHapus