Jumat, 08 Desember 2017

Satu Dalam Perbedaan

Berbicara mengenai perbedaan, setiap dari kita sudah sangat pasti memiliki perbedaan. Bahkan orang yang kembar sekalipun memilki hal-hal yang membedakan mereka, baik itu dari segi sifat, kelakuan, ataupun cara berfikir.
Begitulah Indonesia, sebuah Negara yang cukup banyak ditinggali oleh masyarakat yang tentunya berbeda-beda. Suku yang unik, sifat, fisik dan usia yang beragam, maupun hal-hal yang berbeda lainnya. Namun dari perbedaan tersebutlah muncul hal-hal yang dapat menyatukan mereka menjadi sebuah Negara Indonesia.
Saat aku mengikuti ACYC 2017, banyak sekali pelajaran hidup yang aku dapatkan. Mulai dari memperhatikan sekeliling sampai mengambil sebuah pelajaran dari setiap gerak-gerik orang lain.
Perbedaan tempat bertukar pikiran
Dengan adanya perbedaan satu sama lain, kita bisa saling bertukar informasi mengenai pengalaman ataupun hal lainnya. Contoh kecilnya saat aku dipersatukan dengan tiga orang teman-yang berasal dari daerah yang berbeda-didalam satu kamar.
Kita memiliki sifat, kelakuan, dan kedisiplinan yang berbeda. Sifat yang berbagai macam seperti periang, pendiam, pemikir, dan lain-lain. Ada yang suka telat, gesit, dan anti lelet (seperti kelompok kami-buffer), dan ada juga yang memiliki pengalaman yang sudah banyak.
Akan tetapi, berkat hal yang tidak sama tersebut, kita menjadi satu kesatuan yang bisa saling melengkapi satu sama lain. Ketika ada satu orang yang telat, yang gesit pasti akan selalu mengingatkan yang telat untuk tidak melakukan hal tersebut. Ketika yang masih belum berpengalaman, akan mendapatkan informasi dari orang yang sudah berpengalaman dalam hal apapun yang dapat membuat pengetahuannya bertambah.
Begitupun sebaliknya, seseorang yang sudah banyak memiliki pengalaman tentunya dapat berbagi dan juga dapat mengetahui hal-hal baru lainnya.
Perbedaan alat pemersatu
Kita semua berbeda. Namun perbedaan itu dapat membuat kita bersatu, bagi yang bisa mendapatkan pelajaran dari perbedaan tersebut.
Dua hari yang lalu, aku dan teman-teman satu kelompokku melakukan diskusi di salah satu taman yang ada di Kota Bandung. Dalam satu kelompok, memiliki hobi yang berbeda-beda, seperti menulis blog, membuat video atau vlog, desain grafis, podcast, music, dan lain-lain. Kita mendiskusikan satu permasalahan, yaitu mengenai isu pendidikan.
Agar lebih terarah, fasilitator membagi kami dalam fokus masing masing. Akhirnya aku bergabung bersama teman-teman yang suka menulis blog. Dengan satu visi atau tujuan yang sama, kita saling bertukar pikiran mengenai opini masing-masing.
Meskipun memiliki kesukaan yang sama, opini atau pendapat yang disampaikan ternyata berbeda-beda. Karena berasal dari daerah yang berbeda, pendapat mengenai permasalahan pendidikan setiap daerah pun berbeda.
Sangat sulit sekali untuk menyatukan satu suara dalam perbedaan. Selesai berdiskusi-pun sudah hampir larut malam. Kita sama-sama saling mempertahankan pendapat. Sifat dari masing-masing peserta pun sudah mulai terlihat sekali perbedaanya. Ada yang pemarah, suka mengalah, ingin menang sendiri, dan cuek.
Meskipun sulit, ada pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Masing-masing jadi tahu informasi atau isu pendidikan yang ada di daerah lain. Masing-masing juga menjadi tahu bagaimana mempertahankan pendapat dan mengalah dalam mengontrol emosi.


Pelajaran-pelajaran kecil yang kita dapatkan. Mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Namun bagiku, hal-hal kecil tersebutlah yang dapat menambah pengetahuan maupun pengalaman kita. Dengan mendengarkan, meresapi, dan melihat perbedaan dari orang lain, bisa menjadikan kita lebih menghargai dan lebih berhati-hati terhadap sesuatu ketika kita melangkah.
Yang memiliki tujuan yang sama pun terkadang memiliki banyak hal yang berbeda. Lalu kita pribadi yang berbeda, dengan segala hal yang membedakan kita, apa salahnya untuk menjadi SATU.

Bandung, 8 Desember 2017. 5:32 am

0 komentar:

Posting Komentar