Sabtu, 29 September 2018

Sensor Dalam Menonton Film

Setelah menunggu, akhirnya Blogger Bengkulu mengadakan kegiatan lagi. Udah kangen nih sama anak-anak Bobe. Selain ngumpul event, Aku juga butuh energi semangat yang harus di charge. Satu-satunya energi yah itu, bertemu dengan blogger sekaligus dengerin cerita pengalaman mereka tentang dunia perbloggeran ini.

Akhir-akhir ini Aku lagi sibuk revisian dan jualan, heheh. Nulis blog aja harus di paksa dulu baru bisa. Nah kalo udah terisi semangat, jadi tambah rajin lagi nih nulisnya, heuheuu.

Tanggal 26 September kemarin, Bobe kembali mengadakan event. Kali ini menggandeng partner dari Lembaga Sensor Film (LSF). Pertama lihat pamfletnya pasti selalu excited kalo bobe ngadain event. Apalagi yang Aku lihat pasti bahas masalah film nih. Ternyata benerrrr.

Seperti yang selalu kita lihat di televisi, setiap ada film atau sinetron pasti di pojok bawah selalu ada lambang SU, R, RBO. Aku dulu gak ngerti apa maksud dari lambang itu. Seiring bertambahnya umur alias udah tua, Aku jadi tahu sendiri ternyata lambang tersebut merupakan singkatan untuk siapa yang berhak menonton film tersebut. SU untuk semua umur, R untuk remaja, dan RBO untuk remaja bimbingan orang tua. 


Baca: Sensor Mandiri Dimulai Dari Diri Sendiri

Di event yang bertemakan “Budayakan Sensor Mandiri dari Lingkungan Keluarga” kemarin, ternyata juga dibahas mengenai lambang yang Aku maksud tadi. Lembaga Sensor film disini maksudnya bukan hanya bertugas untuk menyensor gambar yang gak senonoh aja loh, tetapi juga memilah dan memilih sesuai dengan umur atau usia si penonton.

Pihak dari LSF, Ibu Noor Saadah sebagai pemateri membagikan secara detail maksud dari klasifikasi usia tersebut. Klasifikasi usia yang ditetapkan oleh LSF berdasarkan dari UU No. 33 Tahun 2009 dan PP No. 18 Tahun 2014. 


Hayooo kamu kategori yang manaaa?
Sensor mandiri adalah perilaku secara sadar dalam memilah dan memilih tontonan.
Jadi secara sadar diri kita sendiri yang harus memilih apa yang harusnya kita tonton. Apalagi ketika pergi menonton bioskop bersama teman-teman, kita harus cermat melihat klasifikasi usia apakah sudah sesuai dengan kita atau belum.

Ada baiknya kita menonton film yang sesuai dengan umur kita. Karena LSF sendiri memilih klasifikasi usia sesuai dengan manfaat dan apa yang akan kita dapatkan setelah menonton film tersebut.

Nah sensor mandiri dalam keluarga sudah pasti membutuhkan peran orang tua dalam menyikapinya. Bagaimana orang tua membimbing dan mengarahkan anak-anak supaya menonton film sesuai dengan usianya. 

Kenapa ya, sensor mandiri itu di perlukan? Apa penyebabnya hingga terbentuk pengklasifikasian usia tersebut?

Perkembangan dan Perubahan Teknologi

Teknologi yang kian berkembang semakin pesat di kehidupan ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat. Semua orang dari berbagai usia dengan mudahnya mengakses apapun yang mereka inginkan. Semua orang juga bisa memberikan konten apapun dan mengunggahnya ke media sosial melalui teknologi yang canggih seperti sekarang ini. Untuk itu mengapa sensor secara mandiri diperlukan, agar kita sadar dan memilih tontonan sesuai dengan klasifikasi usia kita. 

Diri kita sendiri harus memperhatikan apa yang hendak kita tonton, baik atau tidaknya film tersebut bisa kita lihat sedikit melalui teaser filmnya. Apakah filmnya memiliki konten sensitif yang mengandung kekerasan, diskrimansi, ataupun pornografi.

Jadi mulai sekarang, baik itu remaja dan millenials harusnya sadar betul akan tontonan yang kita pilih.

Siapa lagi yang akan menjaga diri kita kalau bukan kita sendiri ya kan?

Orang tua pun demikian, anak-anak harus lebih di perhatikan aktifitasnya dengan mendampingi saat mereka sedang bermain gadget, mengingatkan hal-hal yang baik dan menasihati saat anak melakukan hal-hal yang dilarang, serta membatasi jam menonton pada anak. 

31 komentar:

  1. Iyah, kalo ketemuan nambah energi ya. Kapan kita bikin lagi bukan depan yaaah

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. jagalah dirimu dan keluargamu, saya setuju

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yepsss, salah satunya dengan sonsor mandiri di dalam keluarga

      Hapus
  4. sensor mandiri dimulai dari keluarga. Orang tua yang harus mengambil peran, jangan sampai anak menonton yang bukan tontonannya. karena yang saya yang amati, anak2 menonton yang bukan filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak, sebagai orang tua harus cekatan terhadap apa yang sedang di lakukan oleh anak-anaknya

      Hapus
  5. yess sensor mandiri asalnya tentu dari orang tua, menjadi teman dan sahabat bagi anak, adalah sensor terbaik!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendampingi anak-anak dalam menonton sekaligus pendekatan emosional kepada anak :)

      Hapus
  6. Yang foto kan t sapa ya ? Boleh tau ke

    BalasHapus
  7. Budayakan sensor mandiri sejak dini, dari diri sendiri.... Ya kan mbak kuuhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar dek. mulai dari sekarang agar terbiasaa

      Hapus
  8. Sensor mandiri kalau berhasil diterapkan ke tontonan, ke perilaku mungkin lebih baik lagi efeknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yepss, bukan hanya menonton ya kak. Segala hal kita terapkan untuk di sensor terlebih dahulu apakah layak atau tidak untuk diri kita sendiri

      Hapus
  9. Siapa lagi yang akan menjaga diri kita kalau bukan kita sendiri ya kan?
    Kalau bahasa inggrisnya, I'm the one I should love. :D

    BalasHapus
  10. Sensor mabdiri?
    Harus itu!
    Mulai dari tontonan sendiri dan keluarga

    BalasHapus
  11. senor itu harus dilakukan, kita harus lebih cerdas dizaman skrng. krisis moral makin mnjdi2 saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeps perubahan zaman yang semakin cepat dapat mempengaruhi segalanya termasuk moral diri sendiri.

      Hapus
  12. Keren ya acaranya. Next moga acara bobe lebih kece lagi. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. So pasti dong, harus lebih kece dari ini :)

      Hapus
  13. Sensor mandiri emang penting bgt. Biar nggak jdi korban .

    BalasHapus
  14. Tontonan yang baik & pas usia bakal bikin penontonnya juga jadi lebih baik ya dek. Emang benerlah, sensor begini emang dibutuhkan banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. harus pas pasin deh sama umur dan keadaan kita sekarang heheh

      Hapus
  15. Semoga dengan adanya sensor mandiri ini bisa bikin tontonan kita makin uyeee lagi :)

    BalasHapus
  16. Terkadang masih saja ada orang tua yang tak perduli dengan apa yang anaknya tonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keadaan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehingga membebaskan anaknya dalam bertindak di rumah. meskipun di rumah juga perlu diawasi.

      Hapus

Jangan lupa komentar ya!