Senin, 12 November 2018

Rendy Pandugo, John Mayer Indonesia yang Berawal dari Soundcloud

Picture by: mldspot
Kesuksesan bisa didapat dari mana saja. Setiap jalan seseorang untuk meraih sukses terkadang tak pernah dibayangkan sebelumnya sebagiamana yang dilakukan oleh Rendy Pandugo. Tentu tak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa ia akan sesukses seperti sekarang ini dari jalan yang tak ia kira sebelumnya.

Rendy Pandugo merupakan salah satu penyanyi pria yang menyita banyak perhatian kaum hawa saat ini. Parasnya yang tampan dipadu dengan suaranya yang kerap dibanding-bandingkan dengan John Mayer membuat penampilannya selalu ditunggu-tunggu.

Penyanyi yang saat ini berusia 33 tahun ini memang sempat merasa jengah karena dibanding-bandingkan dengan Mayer. Namun, Rendy tidak menampik jika dirinya memang banyak terinspirasi oleh pelantun lagu ‘Gravity’ tersebut.

Rendy mengaku terjun kedunia tarik suara karena kecelakaan. Semua berawal dari keaktifannya meng-cover lagu di Soundcloud sejak tahun 2012 silam. Namun, ketertarikan Rendy pada musik sudah dimulai saat dia masih SD. Penyanyi kelahiran Medan 7 Mei 1985 ini kerap mencoba memainkan gitar Om-nya. Saat ini Rendy Pandugo telah menelurkan single berupa “I Don’t Care” dan “Firasat”.

Perjalanan Karir Yang Tidak Instan


Bicara soal karier dalam bermusik, Rendy harus meniti karier dari bawah hingga mencapai posisinya saat ini. Memang tidak pernah ada yang instan dalam meraih kesuksesan. Hal ini jugalah yang dialami Rendy Pandugo. Rendy kerap ”ngamen” menyanyi di café-café ibu kota sebelum menikmati kesuksesan seperti yang saat ini dia raih.

Bagi Rendy Pandugo, Soundcloud memang membuat jalan bermusik menjadi terbuka ketika dia memutuskan untuk membangun jalan musiknya secara mandiri. Rendy punya alasan sendiri saat dia lebih memilih Soundcloud ketimbang Youtube seperti musisi kebanyakan waktu itu.

Karena awalnya orang lebih mengenal Rendy sebagai gitaris bukan vokalis, maka Rendy memilih soundcloud karena ingin orang menilai dirinya dari kemampuannya bernyanyi. Rendy tidak memilih Youtube karena memang saat itu dirinya tidak mempunyai kamera.

Berkat Soundcloud pula, dan keseriusan Rendy dalam membuat home recording yang proper untuk lagu-lagu covernya, segala usahanya mulai membuahkan hasil. Rendy sempat dipercaya untuk terlibat mengisi soundtrack film yang disutradarai oleh Acha Septriasa. Saat itu Rendy berduet dengan Piyu menyanyikan lagu Firasatku.

Bekerjasama dengan label music ternama, Sony Music

Puncak perjalanan karir Rendy makin membuahkan hasil saat ia dapat menandatangani kontrak dengan Sony Music. Pengerjaan debut albumnya di Swedia dimulai pada Februari 2016 silam. Pengerjaan album ini bukanlah hal yang mudah untuk Rendy.

Prosesnya yang panjang serta menguras waktu, pikiran, dan tenaga. Ia harus menyelesaikan proses produksinya dalam waktu yang cukup singkat. Penggarapan album perdananya ini dilakukannya bersama The Kennel Studio di Stockholm, Swedia. The Kennel Studio menjadi pilihan Sony Music lantaran telah lama dikenal sebagai gudangnya para produser papan atas. Studio ini yang menggarap project musik sederet penyanyi terkenal seperti The Chainsmokers, Veronicas, Birdy, dan Kyo

Album bertajuk “The Journey” ini berisikan 11 buah lagu dan seluruh lagunya berbahasa Inggris. Sony Music Entertainment Indonesia berharap album ini juga dapat menjangkau pendengar-pendengar dari luar Indonesia karena bahasa Inggris yang dianggap sebagai bahasa internasional. Album Rendy Pandugo ini merupakan project pertama dari Sony Music Entertainment Indonesia yang sepenuhnya berbahasa Inggris. Sedangkan bagi Rendy sendiri, album perdananya ini merupakan keinginannya sejak dulu untuk mencapai terobosan baru.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentar ya!