Kamis, 17 September 2020

Apa Sih NPWP? Bersama BukuKas

 

Halo teman-teman, kembali lagi nih sama si pemimpi yang satu ini-yang udah lama blognya gak keurus. Banyak alesan karena emang males orangnya. Tapi sekarang udah mulai coba produktif lagi nih. Udah coba nulis-nulis lagi dan menyelami dalamnya sosial media, heheh.

Kalau membaca dari judul, NPWP bagi blogger udah gak asing lagi yah, secara kan gajiannya biasanya pake NPWP, yah gak? Apalagi seorang pekerja, di instansi pemerintahan misalnya, NPWP adalah hal yang wajib pake banget kan.

Nah terus, bagi yang bukan blogger dan belum bekerja, NPWP itu apa sih?

NPWP merupakan singatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak. NPWP biasanya dimiliki oleh pengusaha bisa berupa percetakan, fotokopi, perusahaan dan masih banyak lagi. Pada intinya NPWP ini dimiliki oleh pengusaha yang menghasilkan setiap bulan ataupun harian.

Pengertian NPWP

NPWP adalah nomor wajib pajak yang didapatkan dari direktur Jenderal pajak sesuai perundang-undangan bidang perpajakan. Wajib pajak memang harus dimiliki oleh wajib pajak yang menerima penghasilan di Indonesia. NPWP wajib untuk dimiliki warga Indonesia baik pribadi maupun perusahaan, yayasan, organisasi massa, BUMN, CV, PT, Firma dan lainnya.

NPWP punya dua jenis nih teman-teman, yaitu;

  1. NPWP Pribadi yang dimiliki oleh setiap orang yang berpenghasilan
  2. NPWP Badan yang dimiliki oleh perusahaan yang berpenghasilan

Secara fisik jika NPWP pribadi dan badan tidak memiliki perbedaan. Pada NPWP badan memiliki data tambahan seperti nomor akta pemilik usaha, jenis usaha, dan cabang serta informasi lainnya. Kode yang tertera pada NPWP ada 15 digit. Untuk 9 digit pertama adalah kode wajib pajak. Untuk enam digit setelahnya adalah kode administrasi. 



Kegunaan NPWP

NPWP tidak hanya sekedar nomor wajib pajak tapi juga memiliki beberapa kegunaan diantaranya yaitu,

  • Pembuatan dan pengajuan SIUP
  • SIUP adalah Surat Izin Untuk Dagang yang harus dimiliki oleh perusahaan skala besar maupun kecil
  • Mendapatkan keringanan tarif pajak
  • Untuk yang tidak memiliki NPWP akan membayar pajak lebih dari 20 persen dari pada yang memiliki NPWP. sedangkan tarif pph pasal 23 yang tidak memiliki NPWP jiga membayar dua kali lipat dibandingkan dengan yang memiliki NPWP.
  • Mudah mengajukan kredit ke bank
  • Mudah untuk mengajukan kredit ke bank karena usaha tercantum sebagai perusahaan yang resmi. Sehingga jika mengajukan kredit atas nama perusahaan tidak ditolak.
  • Menghindari sanksi pidana
  • Bagi yang memiliki penghasilan tapi tidak memiliki NPWP akan dikenakan sanksi pidana. Untuk ity milikilah NPWP agar terhindar dari sanksi tersebut.


Mudahnya Mengelola Perpajakan Dengan Bukukas

BUKUKAS adalah salah satu aplikasi keuangan gratis untuk UMKM yang ada di Indonesia. Aplikasi ini sudah dipercaya oleh 1 juta lebih UMKM di Indonesia baik mikro maupun makro. Aplikasi ini juga bisa anda dapatkan secara gratis di google play store ataupun Apps Store.

Bukukas ini tidak hanya menawarkan sekedar kemudahan dalam menyimpan keuangan tapi juga memonitor laporan keuangan menggunakan telepon genggam. Sehingga bisa anda pantau dimana saja dan kapan saja. Aplikasi ini dapat mencatat berbagai transaksi seperti transaksi pemasukan, pengeluaran, catat hutang piutang, menghitung peelajakan dan mencatat Kasbon.

Penting juga untuk mencatat kasbon agar tidak terjadi kelupaan yang nantinya akan mengganggu kredit keuangan. Menghitung perpajakan juga akan semakin mudah dengan adanya aplikasi ini. Bagaimana tidak semua perhitungan dilakukan secara otomatis. Kemungkinan angka yang terselip akan lebih sedikit dibandingkan perhitungan manual.

Apakah teman-teman sudah paham mengenai NPWP? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya NPWP juga nantinya dapat kita ambil keuntungannya. Dengan adanya NPWP usaha yang anda jalankan jauh lebih aman dan nyaman. So, jangan lupa bayar pajaknya yah teman-teman kalau penghasilannya udah tetap.

0 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentar ya!