Rabu, 25 Juli 2018

Ada Apa di KKN?

Halo di akhir bulan Juli!

Semoga teman-teman tetap semangat menantikan tulisan saya yang sudah jarang ngeblog ini. Heuheuuu

Maklumlah, mahasiswi tingkat akhir yang penuh dengan drama skripsinya. Kadang udah gak sempat lagi buka blog dan nulis. Tapi buka IG mah rajin. Wueheeehhe

Tapi masih tetap aktif dong di sosial media. Yang kangen, yuk ah kepoin aja di sosmed. Yang kangen tulisannya. Yaudah nih Saya kasih post. Hihii

Eh by the way, selamat yah buat adek-adek tingkat yang udah beberapa hari ini jalanin KKN. Cieee yang tinggal serumah. Maksudnya bareng temen-temen yang lain juga ah.

Ngomongin KKN, jadi ingat pas satu tahun yang lalu. Dimana masa KKN itu penuh dengan kenangan yang indah. Gimana gak indah coba? Banyak hal yang kita ukir bersama teman-teman yang lain-yang mungkin belum kita kenal sebelumnya.

Jadi KKN itu biasanya terdiri dari 10-15 mahasiswa/i yang berbeda jurusan dan fakultas. Nah masa KKN paling lama antara 1-2 bulan lah. Kebayang kan gimana deg-degannya ketemu teman baru dan serumah selama 1 bulan lebih? Hmm

Pasti ada yang ngalamin nih, deg-degan pas pengumuman pembagian anggota dan desa mana. Pas dilihat lagi gak ada satu pun yang kita kenal serta desanya pun tak tahu dimana.

Nah itu Saya kemaren tuh.


Tapi yah namanya kewajiban perkuliahan, harus kita hadapi dengan sebaik mungkin. Hitung-hitung melatih kita untuk menghadapi zona tak ternyaman kita.

Selain kewajiban perkuliahan, banyak hal nih yang bisa kita dapatkan saat kita selesai KKN nanti. Percayalah. KKN adalah hal terindah selama kuliah. Kecuali untuk orang-orang yang emang gak mudah suka sama orang lain. Hahah

Silaturahim

Saat dimanapun dan dalam keadaan apapun, ketika kita bertemu dengan orang baru, disitulah kesempatan mengenal orang lain lebih banyak.

Bersilaturahim dengan masyarakat di desa yang kita tinggali sangat bermanfaat buat kita. Banyak untungnya deh kalo kenal dengan orang baru. Dan masyarakat disana juga sudah pasti senang kalo anak KKN di desa mereka cukup ramah. Sudah pasti yah. Harus ramah! Kan didesa orang! Hihiii

Sabar

Tidak hanya di masyarakat. Di kehidupan kita pun harus di perhatikan. Sabar menghadapi sesama teman KKN serumah juga harus.

Memang susah mengurus banyak kepala. Tapi disinilah kesabaran dan keikhlasan kita diuji-seberapa mampu kita bertahan bersama berbagai macam jenis tingkah manusia.

Cekcok atau pun perkelahian sudah biasa di kehidupan KKN. Tapi jangan sampai menjadi perang saudara yah. Kan kalian selama KKN menjadi saudara yang harus saling menjaga dan melindungi serta mencintai. 

Dengan KKN, yang kita dapat adalah lebih bisa memahami sifat banyak orang. Dan juga supaya tahu kalo orang lain tidak sama dengan sifat kita.

Bersosialisasi

Di KKN ini akan nampak mana yang suka berorganisasi dan mana yang acuh tak acuh terhadap lingkungan. Berbagai macam kegiatan akan sering dilaksanakan. Disanalah teman-teman bisa bersosialisasi bagaimana mengenal orang lain lebih baik mulai dari warga, kepala desa, perangkat desa, sampai ke pejabat setempat.

Hubungan yang baik juga menguntungkan buat kita. Mendapatkan dukungan dari masyarakat itu gak mudah loh. Ada yang acuh dan tak peduli, ada yang memang ingin membantu. Jadi harus baik-baik yah kepada semua orang.

Tidak Egois

Yang biasanya hidup sendiri dan melakukan kegiatan sendiri tanpa ada yang mengusik, nah di KKN kita tidak boleh egois.

Hal-hal sepeleh akan mudah menjadi besar jika tak ada seorang pun yang mengalah. Jadi aturlah tingkat emosi dan kesabaran kita. Kan tinggal serumah, masa mau berantem mulu ye kan? Hihiiii

Jodoh

Nah ini nih yang asyik. Syukur-syukur kan kalo dapet jodoh. Entah itu sesama anggota KKN-yang sebelum dan sesudah bangun tidur melihat muka dia atau dengan si anak karang taruna yang selalu muncul disetiap kegiatan. Hmmm

Yang pasti dimanapun kita berada harus bersikap baik. Kan jodoh gak tau datengnya darimana. Hihiiii

Cobaan pelik, cekcok sesama anggota, saling omongin itu udah biasa di KKN. Yang pasti kita harus tetap sabar, tidak egois, dan bersikap baik selalu.

Namanya juga tinggal serumah. Pasti ada konflik di baliknya. Yah itung-itung belajar kalo nanti serumah sama jodoh kan ya. Belajar gimana caranya mengatasi masalah. Hihihh

Semangat selalu buat adek-adek yang KKN. Satu hal yang harus diingat "Belajarlah menerima dan memahami keadaan orang lain, karena orang lain sudah pasti tidaklah sama dengan kita sendiri".

Bengkulu, 25 Juli 2018

Kamis, 07 Juni 2018

Penulis Viral dengan Cara Instan


Setiap minggu pastinya Saya selalu update tulisan. Ikut komunitas Blogger ternyata punya dampak yang cukup baik untuk Saya. Target pembaca blog www.catatanpemimpi.com Saya jadi lebih meningkat dari sebelumnya.

Selain itu, bergabung dalam komunitas menjadikan semangat kita semakin terpacu. Oleh karena punya banyak teman yang satu visi, semangat menulis selalu menggebu-gebu. Modal semangat dan niat mau nulis saja sudah cukup.

Banyak sekali teman-teman di sekitar Saya yang mengatakan bahwa "Menulis itu mudah".

Memang benar. Menulis itu mudah. Namun tak semudah yang cuma ada di bayangan saja.

Menulis harus punya mood yang bagus. Gak bisa asal-asalan.

Menulis harus di-niat-kan. Gak bisa cekrek-cekrek langsung jadi.

Kita perlu memperhatikan rangkaian kata yang kita susun, dan berusaha untuk se-bermanfaat mungkin serta tidak membuat orang lain resah dengan apa yang sudah kita tulis.

Artinya tulisan harus bermanfaat, minimal menghibur pembaca. Bukan malah membuat hal-hal berbau menyinggung atau mengadu domba lainnya.

Akhir-akhir ini banyak sekali dijumpai "penulis viral" dengan berbagai macam tulisannya.

Berbagai macam hal ditulis tanpa memperhatikan kenyamanan sekitar demi membuat diri sendiri dikenal banyak orang.

Penyebaran berita hoax memang sudah banyak. Viralnya suatu berita yang belum diketahui kebenarannya. Anehnya yang lebih dominan menjadi viral dan menghebohkan masyarakat selalu berita-berita negatif.

Banyak sekali Saya mendengar kasus-kasus yang tidak baik menjadi viral dengan menuliskan ujaran kebencian di berbagai media sosial. Ujaran kebencian dengan cara memfitnah ataupun mengadu domba orang lain, sehingga membuat masyarakat sekitar menjadi resah.

Apalagi yang dituliskan dan disebarkan di media sosial adalah hal-hal yang berbau SARA. Bagi penulis maupun masyarakat biasa, seharusnya sudah mengetahui bahwa tidak ada media manapun yang menerima tulisan yang mengandung unsur SARA.

Alih-alih ingin dikenal masyarakat, cara yang paling instan untuk terkenal yaitu dengan menulis SARA tersebut di media sosial pribadi layaknya Facebook. Meskipun pribadi, media sosial tetaplah media sosial, media yang banyak orang akan melihat dan mnegetahui.

Terbit di Koran Rakyat Empat Lawang Edisi 21 Mei 2018.
Apalagi di negara kita hal-hal yang berbau SARA memang sedang sensitif. Sangat disayangkan bagi penulis-penulis konten yang bermanfaat malah tersingkirkan dengan hal-hal viral tersebut. Padahal tujuan penulis sebenarnya adalah menyebarkan informasi dan sesuatu yang bermanfaat yang bisa menambah wawasan pembacanya.

Tetapi jika kita sebagai masyarakat ikut menerima konten-konten negatif, penulis viral itu akan semakin membuat dirinya terkenal dengan cara instan, yang tidak lagi mempedulikan apa yang diucapkan, asal masyarakat menjadi resah. Sehingga yang berhasil dituliskan adalah kata-kata kotor yang menyinggung SARA.

Sayang sekali kita sebagai konsumen lebih tertarik dengan berita-berita negatif dan membagikannya ke media sosial. Hal itulah yang membuat pasar media sosial lebih sering menampilkan konten negatif. Karena kita sendiri yang membuat pasar tersebut.

Sepatutnya kita abaikan saja konten negatif, terlebih jika kebenaran konten tersebut belum pasti diketahui. Mari sama-sama kita mulai mengonsumsi tulisan atau bacaan yang baik.

Jangan pernah sekalipun kita berpikir "Bad news is good news".

Berita buruk tidak perlu di sebar luaskan, karena dapat membuat suatu daerah tersebut menjadi ikutan buruk. Lebih baik mencari informasi yang baik dan mendukung penulis konten positif untuk tetap memberikan hal yang bermanfaat bagi kita sendiri sebagai masyarakat.

Kamis, 31 Mei 2018

Pertama Jadi Blogger


Bicara mengenai hobi menulis, sudah sekian lama sejak masih SMP.

Masa-masa SMP dimulai dengan nulis cerpen khayalan, yang terinspirasi dari menonton sebuah acara menyanyi di RCTI, yaitu Idola Cilik.

Waktu itu kan emang lagi zamannya bikin geng. Jadi dalam geng yang Saya ikuti, semuanya suka menonton Idola Cilik. Tak hanya suka, musim facebook baru terkenal sering sekali membaca cerita khayalan tulisan dari orang lain tentang Idola Cilik.

Berawal dari suka baca, gak mau dong cuman baca doang. Rasanya kurang pas jika karakter yang diceritakan tak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Akhirnya ikut-ikutan bikin cerpen dan di upload ceritanya di facebook.

Disitulah mulai suka menulis sampai sekarang. Saya juga baru mengenal namanya dunia internet. Dan mulai iseng-iseng bikin blog sendiri.

Semasa SMP dan SMA lagi alay-alaynya dengan blog yang dimodifikasi sedemikian rupa. Kalo saya inget lagi, zaman itu begitu menggelikan. Blog bagi Saya adalah wadah untuk saya menulis cerpen. Jadi bukan hanya di facebook saja, tetapi juga saya post ceritanya di blog.

Bukan hanya satu dan bertahan sampai sekarang. Saya sudah beberapa kali ganti blog. Mulai dari nama yang alay, tampilan yang warna-warni, widget sana-sini, cursor yang bisa gerak, dan semacamnya.

Percayalah, Saya dulu se alay itu.

Meskipun saya sudah lama mengenal blog, saya belum begitu terjun ke dalamnya. Hanya sekedar tempat posting cerpen khayalan saja. Jadi belum tahu tentang trafik pengunjung, apalagi monetisasi.

Sampai akhirnya saya berkuliah pun, di semester awal masih menganggap blog sekedarnya saja. Kalo mau nulis yah nulis, kalo gak ada niat yah udah gak nulis.

Dua tahun yang lalu saya terinspirasi dengan seorang senior yang sudah menerbitkan buku pertamanya. Karena sifat yang gak mau kalah, saya juga bertekad untuk menerbitkan buku juga. Modal nanya sana-sini dan kepoin si senior, akhirnya saya ikutan pelatihan menulis.

Kebetulan penyelenggara pelatihan menulis itu merupakan seorang alumni dari kampus saya sekaligus sudah memiliki penerbit buku sendiri. Penerbit Indie yang ada di Bengkulu.

Saya mengikuti pelatihan dengan tekad yang bulat demi bisa menerbitkan buku juga. Pelatihannya cukup mumpuni bagi saya, karena peserta diharuskan untuk sudah menulis naskah selama satu bulan penuh.

Jadi setelah mengikuti pelatihan ini, kita diberikan semacam janji dan punishment kalo kita bakalan menyelesaikan tulisan kita selama satu bulan. Dan jika lebih dari satu bulan belum selesai satu naskah, kita akan dihukum. Hukumannya kita sendiri yang buat, yang mungkin kita tak akan sanggup melaksanakan hukuman tersebut jika melanggar.

Tak heran jika banyak peserta yang membuat hukuman anti mainstream sendiri, demi penyemangat menyelesaikan satu naskah selama sebulan. Dan cara tersebut sangat ampuh, sehingga saya bisa menyelesaikan naskah saya dengan baik.

Setelah akhirnya saya sudah menerbitkan buku, bisa dikatakan saya sudah memiliki title penulis, aseekkk. Meskipun saya belum tahu penulis yang baik itu yang seperti apa. Hihihhh

Mendengar kabar dari si senior tadi, beliau mengajak saya untuk ikut kumpul para blogger yang ada di Bengkulu. Waktu itu blogger ini bekerjasama dengan Kompasiana. Beliau mengajak saya karena tahu kalo saya sering nulis di blog.

Saya tertarik untuk ikut, tetapi karena terkendala saya lagi ada di kampung halaman, akhirnya saya tidak ikutan. Huuu padahal sayang banget gak ikutan. Setahu saya baru kali ini blogger di Bengkulu berkumpul.

Senior pun mengajak saya untuk bergabung saja di grup facebook Blogger Bengkulu. Nah disitulah Komunitas Blogger Bengkulu dibuat. Saya pun bergabung di grupnya. Tetapi belum tahu informasi kapan akan berkumpul lagi.

Satu tahun berjalan, memang sudah sering Blogger Bengkulu mengadakan pertemuan dalam bentuk Kelas Blogger. Tapi waktu itu saya belum berani untuk gabung secara resmi.

Alasan pertama yaitu tidak ada teman dekat yang satu visi dengan saya dalam hal menulis. Jadi saya agak sungkan untuk bergabung dengan komunitas ini. Bahasa lainnya “takut gak ada temen!” Hehehe.

Meskipun tidak berpartisipasi secara langsung, tetapi saya selalu mengikuti informasi yang ada di grup Blogger Bengkulu.

Waktu itu ada pengumuman mengenai Jumpa penulis Bengkulu yang diadakan oleh FLP Bengkulu.

Info itu saya share ke grup organisasi saya, dan ada beberapa orang yang tertarik ikutan. Dan akhirnya saya pun ikutan, mumpung ada temen. Hihiiih

Disana kami bertemu dengan beberapa penulis yang masih asing saya lihat. Tetapi sangat disayangkan sedikit sekali orang seumuran saya. Hihiii

Setelah selesai kegiatan, salah satu penulis mengajak kami untuk bergabung Kelas Blogger minggu depannya, nama penulisnya mbak Milda. Hihiii. Merasa di ajak dan orangnya juga welcome, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung resmi di Blogger Bengkulu.

Kelas blogger pertama yang saya datangi sendiri. Karena sesudah itu teman-teman saya tidak mau datang lagi mengingat ada kesibukan masing-masing. Bahasannya sudah tinggi, waktu itu tentang template blog yang sama sekali belum saya mengerti. Setelah itu memperkenalkan produk UKM yang ada di Bengkulu.

Blogger Bengkulu dari awal memang sudah eksis. Di tahun pertama saja sudah banyak menggandeng kerjasama dari dalam Bengkulu ini. Meskipun baru pertama kali, saya sudah kecipratan endorse produk.

Tentunya saya senang bisa mereview sebuah produk ataupun kegiatan semenjak di Blogger Bengkulu. Karena kepercayaan yang diberikan, menulis pun pastinya harus totalitas.

Untuk kelas blogger selanjutnya, selalu saja ada kesibukan untuk ikutan. Akhirnya saya gak pernah lagi datang kegiatan. Saya hanya mengikuti perkembangan saja lewat facebook dan grup Whatsapp.

Dengan atmosfer yang berbeda tahun ini, saya mulai terjun mendalami lagi dunia blog. Saya mulai aktif mengikuti kegiatan dari Blogger Bengkulu. Alasannya cuma satu, mumpung lagi banyak waktu luang, dan pengen jadi blogger sejati. Hahayyy

Setiap kegiatan selalu saya sempatkan dan persiapkan. Tak bisa di pungkiri acara dari sponsor, baik itu grand opening atau promosi produk baru, saya ikut kecipratan lagi dan lagi.

Sejuta cerita menjadi blogger di Bengkulu bukan tentang seberapa banyak kita menghasilkan uang, tetapi seberapa banyak yang kita tulis bermanfaaat dan dibaca oleh orang lain.

Kesenangan sebenarnya adalah tulisan kita dibaca dan dihargai oleh teman-teman pembaca. Masalah dapat uang ataupun lainnya, itu bonus yang harus kita syukuri. Hihihhh

Jumat, 18 Mei 2018

Cobain Kue Enak dari Al Cake



Udah sehari aja ni puasa. Gak kerasa sih udah bulan Ramadhan lagi. Ketemu lagi sama Ramadhan tahun ini.

Karena Saya gak mau puasa pertama makan sahur sama buka puasanya sendirian, jadi milih pulkam dulu sejenak. Itung-itung perbaikan nafsu makan yang beberapa bulan ini males makan. Hohohh

Kesibukan sih udah gak banyak lagi. Tinggal nungguin revisi skripsi yang belum kunjung selesai, tapi udah banyak yang nyindir cantik biar segera diselesaikan. Huftt

Meskipun kesibukan wajib cuman itu, anehnya masih aja kekurangan waktu buat ngisi hari produktif.

Tunggakan nulis aja udah banyak banget nih yang mendesak mau dikelarin. Yah, ini lagi nyicil dikit-dikit ngepost tulisan. Hohohhh

Ikutan kelas blogger ke sembilan kemarin, gak seru kalo gaada lomba live event sama nulis serempaknya. Dan pastinya gak seru juga kalo gak dapet salah satunya-yang hadiahnya kece baday.

Jadi pemenang gak terlalu kompetitif banget. Tapi lumayan di seriusin. Bukan karena pengen hadiah sih. Tapi kalo punya hadiah kan bisa jadi ide tulisan. Hihihh.

Halah alfha alfha. Ngomong doang. Nulis aja numpuk. Bisanya nyicil. Huhuhhhh


Kemarin Alhamdulillah menang lomba live event yang hadiahnya ada cake unyu dari mbak Ipeh.

Saya belum pernah ngobrol-ngobrol langsung sih sama mbak Ipeh, tapi cuman tahu doang sama orangnya, huhuuu.

Mbak Ipeh ini adalah owner cake rumahan yang diberi nama Al Cake. Bisnis Al Cake ini udah setahunan dijalankan. Bisnis ini merupakan bisnis online kuliner yang resminya udah sejak 2 Desember 2017 lalu.

Baca juga: Dimsum: Teman Cemilan Paling Mantap

Awalnya mbak Ipeh belajar dari kursus singkat, setelah itu Beliau bersama dengan adiknya mencoba membuat bisnis sendiri. Eh ternyata sampe sekarang bisnis yang dijalankan ini laris manis. Wahhh

Udah banyak banget yang order dari dalam Bengkulu. Tapi yah gitu, masih ada kendala yang terkadang susahnya mencari si bahan baku pembuatan kue ini. Meskipun gitu, tetep aja selalu dibajiri dengan orderan dari pelanggan, hihiii.

Untuk nama bisnis ini sendiri dari nama anaknya beliau, yaitu Muhammad Yusuf Al-fatih. Panggilannya Al, makanya nama cake-nya adalah Al Cake.

Varian cake-nya ada yang Mini Cake, kayak yang punya Saya sebagai hadiah lomba live event, ada Set Cup Cake, ada juga Chocomix Fruits yang sebenernya juga Saya suka, karena bertaburan buah lezat dan syegarrr. Huhuuu
Mini Cake by Al Cake
Set Cup Cakes by Al Cake
Cake angka buat ulang tahun atau anniversary, by Al Cake
Chocomix Fruits by Al Cake

Kalo mau beli juga harganya murmer alias murah meriah bingits. Cocok lah buat mahasiswa atau remaja yang mau beli kue ulang tahun temen atau temen. Hahah

Dan juga bisa request pake nama juga. Kalo ada yang ulang tahun bisa pakek fotonya dia juga. Keren kan. Mbak Ipeh juga pinter baca situasi sesuai selera anak zaman now. Hihiii

Varian lain untuk ulang tahun atau eniperseri juga bisa request cake angka yang tentunya gak beban di kantong. Ramah lingkungan sama ramah rupiah pastinya dong. Hehehh

Untuk rasa gak usah kuatir. Meskipun murah, gak ngasal kok. Kuenya enak dan gak terlalu manis.

Meskipun aku suka yang manis-manis plus orangnya juga manis, tapi kalo terlalu banyak makan yang terlalu manis pasti bakalan eneg. Tapi yang ini rasanya manis jambu aja, jadi bisa comot-comot terus tanpa takut eneg.

Kalo teman-teman penasaran boleh nih kepoin IG-nya @alcakebkl. Banyak banget cake yang udah di order pelanggan.

Untuk yang di Bengkulu bisa order online dong. Hubungi aja wa yang ada di profil IG langsung. Pasti di bales jangan takut gak kebagian yah.
Jadi kalo ada yang ulang tahun, order cake gak perlu ribet, kesini aja ya! Yuhuuuu

Minggu, 13 Mei 2018

Cara Foto Keren di Benteng Marlborough

Yang namanya jalan-jalan gak bakal ada puasnya. Apalagi kalo banyak tempat wisata.

Bengkulu adalah salah satu daerah yang banyak terdapat wisata keren. Bagi pendatang dari luar maupun dalam pun gak pernah puas mengunjungi Bengkulu.

Tempat wisata yang sudah ada sejak dulu, bahkan ada juga tempat-tempat baru bermunculan demi menarik minat para pecinta liburan.

Kalo ditanya beberapa tempat wisata udah tahu semua yah?

Apalagi yang tinggalnya di Bengkulu atau yang sering ke Bengkulu.

Anak remaja yang sekolah di Bengkulu jangan pura-pura gak tahu yah tempat-tempat hits di Bengkulu. Udah pasti hafal nih. Jangankan itu, gang-gang tikus pun dilewati. Hihii

Baca juga: Kenapa Remaja Gak Pernah Lepas dari HP 

Tempat hits baru-baru ini banyak bermunculan. Tidak hanya untuk liburan menikmati pemandangan alami yang diberikan oleh alam di Bengkulu, tetapi juga ditambah dengan tempat makan sekaligus nyantai.

Gak ketinggalan juga kalo udah liburan, pastinya wajib banget buat foto-foto cantiks. Foto-foto cantik dengan pemandangan alam ataupun bangunan-bangunan yang sengaja di percantik.

Udah hafal banget nih sama anak muda Bengkulu, kalo ada tempat tongkrongan hits dikit, pasti instagramnya penuh sama foto-foto cantik dan hits. Hihiii

Gak ngomongin anak muda doang ah. Saya juga suka foto-foto menuhin feed Instagram. Apalagi kalo suasananya Bengkulu banget. Ya kann?

Diantara banyak tempat wisata untuk foto-foto, Saya lebih suka foto di Benteng Marlborough. Udah tahu semua la yah, Fort Marlborough adalah tempat wisata sejarah yang udah ada dari zaman dulu.
Fhoto by Desy
Dari Saya masih SD pas pertama kali ke Bengkulu untuk jalan-jalan, Benteng Marlborough masih tetap dengan bangunannya yang gagah, sampai Saya sudah sebesar sekarang. Udah besar umurnya maksudnya, orangnya mah masih segini aja. Hohooo

Apalagi pas udah ngekost di Bengkulu, udah gak tahu lagi berapa kali kesini. Setiap sudut punya keindahan tersendiri. Selain belajar sejarah, foto-foto juga kece banget, asal pinter cari latar yang pas aja. Hihii

Dua minggu yang lalu, Saya sempat kesini lagi. Nemenin teman saya yang lagi galau ceritanya. Eh bukan deng. Maksudnya Saya yang lagi galau. Galau skripsi, huhuuuu.

Kesini tujuannya cuman mau beli rujak doang. Eh kebetulan saya bawa kamera pocket dan kebetulan si teman ini suka banget pepotoan, jadi temanya kita kesini hunting foto.
Fhoto by Desy

Biasanya saya gak mau foto-foto. Paling cuman ngambil background doang, sayanya gak foto. Berhubung teman saya bisa motoin bagus, alhasil jadi banyakan foto saya daripada dia. Hihiii

Iya biasanya gak suka foto karena yang motoin gak sesuai sama maunya kita. Kadang jelek, miring, gak tahu seni foto, jadinya males buat ngandelin teman. Tapi yang ini kayaknya udah bisa diandelin dan bakal diajak kalo mau fotoan. Hihiiii

Nah buat teman-teman, yang namanya foto itu bagus nggaknya tergantung sama orang yang motoin. Pakek kamera apapun, kalo si dia bisa ngambil bagus yah pasti bagus hasilnya. Hihii

Ini dia hasil fotoan saya, modelnya yah teman saya ini.



Cahaya

Pemilihan cahaya harus pas. Apalagi kalo kita mau foto pakek handphone aja. Cahaya di luar ruangan sangat di rekomendasikan. Pas banget kalo foto di Fort Marlborough, selain sejuk dan hijau, juga bangunannya klasik buat latar foto kita.


Latar

Milih latar buat foto jangan asal-asalan yah. Gunakan dengan baik mata kita untuk melihat sesuatu yang indah, assekk.

Iya maksudnya coba peka dengan sekitar, pasti ada satu ataupun dua sudut yang pas buat di foto. Kalo kita jadi orang yang motoin, jangan takut buat nyuruh yang mau di foto untuk pindah posisi kalo gak sesuai backgroundnya.
Paparazzi loh!

Rule of Third

Baik yang belajar maupun udah pro pasti masih butuh yang namanya rule of third.

Maksudnya apaan tuh?

Ituloh, garis kotak-kotak yang ada di hp ataupun kamera. Fungsinya untuk panduan kita dalam foto. Bisa dicari di setting kameranya itu sendiri, pasti ada kok. 

Nah untuk penggunaanya bisa di googling kalo mau paham lebih jauh. Heheh Saya mah paham dikit-dikit.

Biasanya kalo ngajarin adik saya buat motion itu, objeknya bisa di tengah, di pinggir tepat dengan garis, dan lain-lain. Lagi proses ngajarin adik-adik biar bisa motoin bagus, biar nanti kalo jalan-jalan, mereka bermanfaat buat saya, hohoooh.
Objek di tengah
Objek di pinggir
Bagusan yang mana?

Nanti lah saya buat caranya terpisah dengan ini. Panjang juga kalo mau di ceritain. Google aja dulu oke! Hohooo

Nah kalo udah tahu, ayo coba foto-foto dulu nih di Benteng Marlborough. Siapa tahu kan puas dengan hasil fotonya seperti Saya. Dan sekarang Saya lagi nyari tempat buat foto-foto bagus lagi. hihiiii
Meskipun pake timer, tetep harus bagus dong. huhuuu
 

Nah teman-teman kalo fotoan biasanya enak motoin atau fotoin orang?
Komen di komentar yah!