Selasa, 16 Oktober 2018

Kebutuhan Seorang Blogger


Millenials dan media sosial tak dapat terpisahkan.
Begitupun blogger dan kamera, bagai dua hati yang harus menyatu dan tak bisa terpisah dalam waktu. Tak melulu yang benar-benar kamera, handphone pun menjadi kebutuhan yang sangat dibutuhkan bagi blogger.

Bayangkan ketika blogger harus selalu eksis dimanapun, kapanpun, dalam hal apapun, dan cekrek sana-cekrek sini adalah andalan yang tak boleh terlewatkan. Dunia memang harus tahu seorang blogger ini ngapain aja, bukan hanya cekrek asal jadi upload selesai, kadang tuh emang kebutuhan endorsan. Jadi handphone tak pernah terlepas dari tangan, Hihiii.

Ngeblog

Keadaan mendesak saat laptop tidak sedang ada di genggaman, salah satu cara blogger untuk tetap menggali konsistensi menulisnya yaitu dengan ngeblog via handphone.

Tidak hanya dalam keadaan mendesak saja, kadang mengetik tulisan di hp lebih membuat otak mengalir daripada terpaku di depan laptop sambil berpikir. Pantas saja banyak sekali kata-kata indah bertebaran di media, menghabiskan waktu menatap layar kecil di genggaman memang membuat candu.

Upload

Blogger tidak jauh-jauh dari ke-eksis-an menunjukkan pada dunia. Sejauh ini blogger juga setara dengan influencer. Seorang blogger tidak boleh ketinggalan dan harus mengiringi arus kecanggihan zaman ini. Eitss, mengiringi arus bukan berarti terbawa arus, justru pengaruh baik yang di sampaikan si blogger lewat tulisan, lebih mengena di hati para netizen media sosial. Eksis terus sih, heuheuu.

Foto

Untuk menjadi eksis di dunia maya, foto maupun video yang di tunjukkan harusnya berkualitas baik. Sudah pasti dong ya, blogger sejati sudah mengerti sedikit demi sedikit dasar fotografi.

Mengabadikan momen penting-yang harus di share untuk para netizen-haruslah menggunakan kualitas kamera yang baik. Aku juga selalu berhati-hati menggunakan fitur kamera di handphone. Dari segi pencahayaan, tempat, sekaligus posisi objek harus di ukur dan di atur betul-betul.

Baca juga:  Tips Feed IG Kece

Handphoneku lumayan bisa di andalkan kalau di siang hari alias pencahayaannya lebih terang. Tetapi tak bisa diandalkan saat malam hari atau low light. Masih ngelirik-lirik handphone mana yang kira-kira bagus buat fotonya. Karena menurut pengalamanku, kualitas kamera handphone memiliki periode tertentu alias semakin lama semakin buruk. Begitulah yang sekarang terjadi dengan handphoneku yang baru saja berumur satu tahun lebih.

Di blibli.com sekarang sedang ada flash sale pada 18 Oktober nanti. Promo ini ada setiap hari kamis jam 10.00 WIB. Teman-teman bisa membeli produk saat flash sale di jam 10 tersebut. Banyak produk yang di promokan, salah satunya Xiaomi Redmi 6A dari Xiaomi Official Store. Beli produknya dengan harga yang murah banget, yaitu 1.249.000 rupiah. Handphone terbaru dengan ahrga segitu siapa yang gak ngiler ya kan, hmmm.


Xiaomi Redmi 6A dengan layar 5,45 inchi punya banyak pilihan warna, diantaranya yaitu black, gold, dan blue. Warna-warna yang cantik dan elegan untuk millenials, apalagi buat blogger yang selalu eksis seperti Aku ini. Huft, jadi kepengen kan.
Dan yang paling utama, fitur kameranya untuk upload sana-sini sudah memiliki resolusi kamera depan 5 MP serta kamera belakang sebesar 13 MP. Dan RAM untuk penyimpanan pun mumpuni sekali, yaitu sebesar 2GB.

Tambah ngiler gak tuh?Coba kepoin Xiaomi Official Store

Gak harus kesel karena lalot kalau habis buka Instagram, dengan RAM yang besar kita jadi bisa download app yang mendukung kebutuhan sebagai seorang blogger.

Apa aja kebutuhannya sih?

Ada deh! Hihihhh.


Baca juga: Kamera untuk Vlog

Senin, 15 Oktober 2018

Minuman Penghangat Badan Saat Demam


Teringat masa-masa kecil. Pas jadi “anak bawang” di sekolah-karena selalu ikut mama ngajar-pasti selalu ada bibi jamu yang mendendangkan jamunya setiap jam sembilan. Alhasil guru-guru di sekolah tak terkecuali mama juga sering membeli jamu. Hobi mama minum jamu akhirnya juga membuatku penasaran dengan rasanya. Aku mencoba jamu rasa beras kencur, dan bagian yang aku suka adalah air gula manisnya.

Sampai sekarang aku juga sering iseng beli jamu beras kencur ini. Teman-temanku malah tidak suka dengan baunya. Beruntungnya Aku sudah terbiasa meminum minuman herbal ini dari kecil.

Seperti yang kita tahu bahwa beras kencur itu rasanya pedas.
Pedas atau hangat ya? Yah begitulah.
Jika di seduh dengan air hangat, sangat melegakan sekali di tenggorokan. Namun, kecuali jamu Aku tidak mau meminum langsung si beras kencur ini. Biasanya aku gunakan untuk maskeran tangan dan kaki bersamaan dengan beras. Lebih alami dan tak perlu takut akan kimia bukan? Heheh.

Sama seperti beras kencur yang memiliki rasa hangat dan pedas, bumbu dapur tradisional yang sering di pakai untuk menghangatkan badan salah satunya adalah jahe. Jahe memiliki kandungan vitamin C dan B6 serta memiliki kandungan mineral seperti potassium yang berfungsi untuk obat berbagai macam penyakit.

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja mengalami batuk dan flu. Berhubung cuaca di Bengkulu tak menentu, kadang siangnya terik sekali lalu tiba-tiba sore atau malamnya hujan, membuat badan yang kurang pandai beradaptasi menjadi tumbang sendiri. Sebenarnya aku adalah orang yang jarang sakit, tetapi kalau sudah sakit bisa berhari-hari. Paling sakit kecil yang menyerang kalau tidak batuk ya flu. Dan akhirnya batuk dan flu menghinggapi secara bersamaan disertai dengan demam selama satu malam.

Untungnya sebelum demam, Aku sudah mempersiapkan membeli Herbadrink di supermarket. Yah sembari membeli keperluan yang lain, Aku sempatkan juga membeli Herbadrink Sari Jahe. Buat minuman sendiri dari jahe males ribet, jadinya beli aja yang sudah praktis dan sugar free juga. Tujuanku adalah untuk menghangatkan tenggorokan yang lagi batuk dan flu ini, eh ternyata di susul dengan demam di malam harinya. Temanku merasakan panas di badanku tetapi aku merasa kedinginan. Begitulah kalau lagi demam, tak menentu. Haduhhh.

Setelah minum Herbadrink Sari Jahe, badanku yang dingin sekali-yang menurut orang-orang panas-akhirnya perlahan mulai hangat sendiri. Di malam itu pun aku tidak mau minum obat, padahal sudah di peringatkan oleh orang tuaku di sana agar segera minum obat. Rasa malas minum obat karena takut ketergantungan jadinya Aku gantikan saja dengan minum penghangat badan.

Herbadrink Sari Jahe ini merupakan minuman herbal yang selain berfungsi menghangatkan badan, juga berfungsi untuk mengatasi perut kembung dan masuk angin. Jadi gak perlu kerokan nih buat teman-teman kalau lagi masuk angin, minum Herbadrink rasa Sari Jahe aja. Karena dibuat dengan bahan alami tetapi proses pengolahannya sudah modern, sehingga praktis dalam bentuk sachet.

Untuk satu kotak Herbadrink Sari Jahe harganya kisaran dua belas ribuan dengan isi 5 sachet. Cukup murah bukan? Praktis juga untuk penyeduhan, cukup siapkan air hangat sekitar 150 ml, lalu larutkan satu sachet Herbadrink Sari Jahe Sugar Free ini. Menggunakan air dingin sebenarnya bisa, tapi untuk lebih merasakan kehangatan yang lebih, lebih baik menggunakan air hangat, hihihhh.

Selain yang rasa Sari Jahe, Herbadrink juga memiliki varian rasa yang juga menyehatkan tubuh seperti; Sari Jahe, Sari Temulawak, dan Lidah Buaya.


Herbadrink Sari Temulawak sendiri berfungsi untuk membantu memelihara kesehatan hati, assekk. Tuh yang hatinya sedang tak terarah di landa galau, lebih baik minum ini. Heheh. Sedangkan Herbadrink Lidah Buaya berfungsi untuk membantu memelihara kesehatan pencernaan dan membantu melancarkan BAB.

Mantep banget kan?

Minuman Herbadrink tidak hanya sekadar minuman, namun juga memberikan manfaat herbal untuk tubuh kita sendiri.

Selasa, 09 Oktober 2018

Mirrorless untuk Blogger & Vlogger


Menulis blog memang mengasyikkan jika waktu yang kita berikan untuk menulis memang benar-benar luang. Apalagi jika sudah mulai mengenal job sana-sini. Tergiur akan penghasilan yang cukup membuat hati senang.

Namun, lama kelamaan jika hasil menulis gini-gini aja rasanya kurang memuaskan. Di tambah lagi sudah banyaknya teman-teman blogger lain yang lebih menjadikan blog mereka professional di dukung oleh foto yang kece abiss.

Aku menjadi iri. Karena hasil foto ku hanya sebatas itu saja. Kurang kece menurutku. Aku mulai semangat mengejar target #2019kamerabaru. Pundi-pundi rupiah hasil ngeblog dan hasil jualan Aku kumpulkan demi hashtag tersebut.

Belum lagi hobiku ngevlog yang tertunda karena kamera pocketku yang tak mendukung pembuatan video. Aku jadi semakin tergiur Kamera Untuk Vlog dengan mirrorless yang umum di pakai oleh blogger dan youtuber.

Meskipun aku tahu, bahwa kamera bukan segalanya dalam berkarya. Namun untuk terlihat lebih professional, apa salahnya ya kan?

Berulang kali melirik-lirik kamera yang di damba di online store maupun offline store yang ada di kotaku. Kamera Untuk Vlog yang cocok bagi blogger dan vlogger sepertiku haruslah yang simple layaknya mirrorless. Kenapa?

Mudah di Bawa
Alasan klasik yaitu simple dan mudah di bawa kemana-mana. DSLR sebenarnya mendukung, malah lebih professional. Namun, dalam keadaan atau situasi yang harus cepat dan gak mau ribet kita gak mungkin bawa yang gede-gede ya kan?

Mirrorrless lah yang menurutku lebih simple dan gak ribet.

Menjauhi Fitnah

Kadangkala kalo kumpul sesame komunitas atau sama teman-teman mau foto aja canggung kalo harus ngeluarin DSLR se-gede gaban. Takutnya adi fitnah, dikira sombong lah, anu lah, ini lah.

Hal ini juga membuatku lebih suka mirrorless, ngeluarinnya simple dan pede. Gak harus takut kena fitnah atau terjadinya omongan di belakang karena nyombongin kamera.

Anti Ribet

Kebayang dong, kalo lagi jalan-jalan tapi gak mau bawa tas yang besar karena cuman muat kamera doang. Cukup kantongin doang, mirrorless udah aman dan bisa dibawa kemana-mana. Gak takut ribet. Tapi hati-hati awas ilang juga mentang-mentang si doi kecil. Hahah.



Baca juga: https://www.blibli.com/friends/blog/rekomendasi-kamera-travel-vlogger/

Namun aku berfikir lagi, apakah rupiah yang aku kumpulkan cukup membeli mirrorrless yang aku dambakan awal 2019 ini? Secara, aku baru terniat mengumpulkan uang sekitar satu bulan ini.

Ngelirik di online store seperti blibli.com untungnya punya program cicilan 0%. Aku cuman perlu search kamera yang di inginkan, dan bisa memilih cicilan perbulan tanpa kartu kredit.



Menggunakan kartu kredit sebenarnya juga bisa. Tetapi apalah dayaku hanya seorang yang tidak punya kartu kredit. Yang sepertiku bisa menggunakan Akulaku, Kredivo, maupun Home Credit.

Buat yang lebih suka dengan cash juga tersedia berbagai macam metode pembayaran, mulai dari transfer Bank, Indomaret, Pos Indonesia, dan yang lainnya. Metode pembayaran yang bermacam-macam dapat memudahkan kita untuk segera memiliki barang yang kita inginkan.

Kamera Untuk Vlog Canon Mirrorrless M10 dambaanku rasanya sudah cukup untuk kebutuhan seorang blogger nyambi vlogger sepertiku. Selain ringkas dan mudah di bawa, pilihan warna hitam atau putih membuatnya semakin stylish dan kece. Dengan resolusi 18MP dan layar touch screen 3.0 inch yang bisa di balik buat selfie hingga 180 derajat rasanya sudah cukup untuk membuat video setiap minggunya.


Gimana gak cukup? 
Teman-temanku yang non-blogger saja mengidam-idamkan si M10 ini. Masa seorang blogger sepertiku tidak mau meningkatkan ke-profesional-an dengan membeli kamera baru. Hahah. Semoga saja #2019kamerabaru segera terwujud!

Sabtu, 06 Oktober 2018

Outfit Muslimah Millenials


Hay muslimah!

Akhir-akhir ini banyak sekali ditemui trend-trend fashion yang kekinian buat muslimah. Iya, meskipun berhijab, muslimah millenials tidak pernah mau ketinggalan trend fashion. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki harus di perhatikan.

Outfit yang mendukung penampilan, membuat kita semakin percaya diri menjalani hari-hari. Terlebih lagi saat hendak pergi ke tempat-tempat yang hits bersama teman. Penampilan pastinya nomor satu diutamakan, heheh.

Pakaian
Penampilan pertama yang harus diperhatikan yaitu busana muslim, teman-teman sudah pasti memiliki style pakaian yang berbeda setiap harinya. Sudah banyak sekali jenis-jenis busana muslim terbaru, seperti; dress, atasan & bawahan, serta tunik.
Hijab

Selain itu, hijab juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan dan di sesuaikan dengan pakaian yang kita kenakan. Muslimah millenials harus pintar-pintar mix and match pakaian dengan hijab yang digunakan. Kalau yang kita kenal biasanya hanya hijab segi empat dan pashmina, sekarang sudah banyak style hijab terbaru lain seperti: hijab instan, printed, maupun scarf hijab.

Banyaknya trend yang dibutuhkan muslimah untuk pakaian dan hijab terbaru memunculkan banyak sekali toko online yang menyediakan koleksi tersebut. Salah satunya di hijab.id yang menyediakan busana muslimah serta hijab dengan menyesuaikan trend fashion muslimah millenials saat ini.
Make Up

Menggunakan make-up bagi muslimah sepertinya terlihat berlebihan. Apalagi jika hanya sekedar outfit sehari-hari, rasanya terlalu berat memakai make-up full di wajah. Tapi jika hasil yang di tampilkan tidak menor dan natural ya gak apa-apa.

Make-up berfungsi agar kita tidak terlihat kucel saja. Jadi pakailah riasan yang biasa saja dan jangan terlalu berlebihan, kecuali pada waktu-waktu tertentu seperti acara pernikahan, party kelas, atau yang lainnya.

Baca Juga: Tips Instagram Kece

Tas & Sepatu

Tanpa outfit tas dan sepatu rasanya akan terlihat kurang bagi kita muslimah millenials. Pemilihan tas dan sepatu harus pas dan sesuai dengan outfit pakaian kita. Apalagi kalau sedang berpergian dan ingin mengabadikan momen dengan berfoto. Outfit hari ini harus hits dan di abadikan dengan foto serta di upload ke media sosial.

Sabtu, 29 September 2018

Sensor Dalam Menonton Film

Setelah menunggu, akhirnya Blogger Bengkulu mengadakan kegiatan lagi. Udah kangen nih sama anak-anak Bobe. Selain ngumpul event, Aku juga butuh energi semangat yang harus di charge. Satu-satunya energi yah itu, bertemu dengan blogger sekaligus dengerin cerita pengalaman mereka tentang dunia perbloggeran ini.

Akhir-akhir ini Aku lagi sibuk revisian dan jualan, heheh. Nulis blog aja harus di paksa dulu baru bisa. Nah kalo udah terisi semangat, jadi tambah rajin lagi nih nulisnya, heuheuu.

Tanggal 26 September kemarin, Bobe kembali mengadakan event. Kali ini menggandeng partner dari Lembaga Sensor Film (LSF). Pertama lihat pamfletnya pasti selalu excited kalo bobe ngadain event. Apalagi yang Aku lihat pasti bahas masalah film nih. Ternyata benerrrr.

Seperti yang selalu kita lihat di televisi, setiap ada film atau sinetron pasti di pojok bawah selalu ada lambang SU, R, RBO. Aku dulu gak ngerti apa maksud dari lambang itu. Seiring bertambahnya umur alias udah tua, Aku jadi tahu sendiri ternyata lambang tersebut merupakan singkatan untuk siapa yang berhak menonton film tersebut. SU untuk semua umur, R untuk remaja, dan RBO untuk remaja bimbingan orang tua.

Di event yang bertemakan “Budayakan Sensor Mandiri dari Lingkungan Keluarga” kemarin, ternyata juga dibahas mengenai lambang yang Aku maksud tadi. Lembaga Sensor film disini maksudnya bukan hanya bertugas untuk menyensor gambar yang gak senonoh aja loh, tetapi juga memilah dan memilih sesuai dengan umur atau usia si penonton.

Pihak dari LSF, Ibu Noor Saadah sebagai pemateri membagikan secara detail maksud dari klasifikasi usia tersebut. Klasifikasi usia yang ditetapkan oleh LSF berdasarkan dari UU No. 33 Tahun 2009 dan PP No. 18 Tahun 2014. 


Hayooo kamu kategori yang manaaa?
Sensor mandiri adalah perilaku secara sadar dalam memilah dan memilih tontonan.
Jadi secara sadar diri kita sendiri yang harus memilih apa yang harusnya kita tonton. Apalagi ketika pergi menonton bioskop bersama teman-teman, kita harus cermat melihat klasifikasi usia apakah sudah sesuai dengan kita atau belum.

Ada baiknya kita menonton film yang sesuai dengan umur kita. Karena LSF sendiri memilih klasifikasi usia sesuai dengan manfaat dan apa yang akan kita dapatkan setelah menonton film tersebut.

Nah sensor mandiri dalam keluarga sudah pasti membutuhkan peran orang tua dalam menyikapinya. Bagaimana orang tua membimbing dan mengarahkan anak-anak supaya menonton film sesuai dengan usianya. 

Kenapa ya, sensor mandiri itu di perlukan? Apa penyebabnya hingga terbentuk pengklasifikasian usia tersebut?

Perkembangan dan Perubahan Teknologi

Teknologi yang kian berkembang semakin pesat di kehidupan ini memberikan pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat. Semua orang dari berbagai usia dengan mudahnya mengakses apapun yang mereka inginkan. Semua orang juga bisa memberikan konten apapun dan mengunggahnya ke media sosial melalui teknologi yang canggih seperti sekarang ini. Untuk itu mengapa sensor secara mandiri diperlukan, agar kita sadar dan memilih tontonan sesuai dengan klasifikasi usia kita. 

Diri kita sendiri harus memperhatikan apa yang hendak kita tonton, baik atau tidaknya film tersebut bisa kita lihat sedikit melalui teaser filmnya. Apakah filmnya memiliki konten sensitif yang mengandung kekerasan, diskrimansi, ataupun pornografi.

Jadi mulai sekarang, baik itu remaja dan millenials harusnya sadar betul akan tontonan yang kita pilih.

Siapa lagi yang akan menjaga diri kita kalau bukan kita sendiri ya kan?

Orang tua pun demikian, anak-anak harus lebih di perhatikan aktifitasnya dengan mendampingi saat mereka sedang bermain gadget, mengingatkan hal-hal yang baik dan menasihati saat anak melakukan hal-hal yang dilarang, serta membatasi jam menonton pada anak.