Sabtu, 23 Desember 2017

Sedikit Cerita Dari Bandung


<![endif]-->
Satu minggu yang lalu, berbagai permasalahan ditempuh untuk bisa pergi ke kota impian. Salah satu kota yang menjadi daftar wajib yang harus dikunjungi agar menjadi sejarah progress saya kedepannya. Permasalahan keuangan, restu orang tua, dan tidak adanya teman menjadi hal yang sangat memusingkan. Saya harus memutar otak supaya bisa bersikeras pergi.
Bandung
Beralasan mengikuti pelatihan dengan berbagai masalah sebelum keberangkatan. Akhirnya jadi juga menginjakkan kaki di kota ini.
Bermodalkan nekat dan sedikit bekal dana dari orang tua dan universitas. Aku memberanikan diri berangkat sendirian.
Satu minggu membuatku mau tak mau harus membawa koper besar. Sendirian berangkat ke bandara Fatmawati menuju ke Jakarta dengan menenteng koper besar tersebut.
Kok berani ya sendirian?
Karena kalo gak nekat, gak akan bisa membuat minpi jadi nyata.
Menginap satu hari di Jakarta, rumah keluarga. Keesokan paginya aku berangkat ke Bandung sendiri dengan menggunakan kereta api. Sampainya di Stasiun Bandung tentu saja aku harus menenteng koper besarku sendirian lagi. Hingga akhirnya sampai ke tempat tujuan, yaitu pelatihan.
Satu minggu berkumpul bersama dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Aku bersyukur ada diantara mereka. Pengetahuan, pemahaman, karakter dan sifat dari orang2 membuatku belajar banyak dari pengalaman.
Dinginnya kota bandung tentunya tak menyurutkan usahaku. Kota dingin sejuta kesejukan dan keramaian. Orang bilang bandung adalah kota kenangan. Memang benar. Bandung memberikan sejuta cerita untuk dikenang.
Aku hari ini, di tempat ini mengenang kisah. Diatas kursi dengan bisingnya bunyi rel kereta api. Langkah demi langkah perlahan mendorongku menjauh dari kota ini. Menyuruh pulang untuk kembali membuka mata pada kenyataan. Yah, bagiku Bandung adalah mimpi. Mimpi yang sudah sempat menjadi nyata.
Bandung, 13 Desember 2017. 12:29 pm.

3 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentar ya!