Kamis, 05 Mei 2016

Semoga Itu Baik, InsyaAllah!



Sumber gambar : Google image riezelhijazi.blogspot.com

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan yang biasa diposting oleh salah satu akun di Line. Dan menurut saya judulnya sangat menarik sekali.
“Semoga itu baik, InsyaAllah”
Sebuah tulisan yang cukup panjang, yang menceritakan kisah seorang Raja dan seorang sahabatnya. Sahabatnya ini cukup dipercaya dikerajaan, dan Ia merupakan sahabat sejati sang raja. Karena Ia selalu ada saat suka maupun duka.
Suatu hari, mereka berdua pergi berburu ke hutan. Sang raja menemukan satu ekor hewan, dan segera ia membidiknya dengan panah. Tapi bidikannya itu melesat. Sang raja pun kesal, dan tiba-tiba ada satu anak panah yang entah darimana menembus tangan sang raja. Dan itu menyebabkan jari kelingkingnya mau tidak mau harus dipotong.
Sahabatnya yang iba melihat sang raja hanya berkata, “Semoga itu baik, InsyaAllah!” Mendengar jawaban sahabatnya yang semudah itu menjawab, sang raja pun murka. Ia malah memasukkan sahabatnya sendiri kedalam penjara kerajaan.
Didalam penjara-pun, sahabat hanya tersenyum dan berkata, “Semoga itu baik, InsyaAllah!” Karena sahabatnya didalam penjara, akhirnya sang raja memutuskan untuk berburu sendiri kedalam hutan. Namun tiba-tiba dia sampai ke suatu daerah yang masyarakatnya merupakan pemuja setan. Mereka menginginkan sang raja menjadi tumbal untuk diberikan kepada setan.
Melihat satu jari sang raja sudah tidak ada, masyarakat pun tidak jadi memberikannya kepada setan untuk tumbal. Karena tumbal itu harus lengkap raganya. Sang raja pun dibebaskan dari hutan.
Ia kembali ke kerajaan dan pergi menemui sahabatnya dan mengeluarkannya dari dalam  penjara. “Wahai sahabat, benar sekali ucapanmu. Dengan jariku yang terpotong dan ragaku yang tidak lengkap, akhirnya aku tidak jadi mati karena menjadi tumbal setan.”
Sahabatnya pun tersenyum mendengar ucapan sang raja. “Lalu, kenapa saat engkau dipenjara, engkau bilang itu baik?” tanya raja kembali.
“Jika aku tidak dipenjara dan ikut berburu bersamamu. Sudah pasti akulah yang akan mati menjadi tumbal setan itu. Karena ragaku yang lengkap!”
***

Apa inti yang bisa kita ambil dari cerita diatas?
SEMOGA ITU BAIK INSYAALLAH!
Tentunya segala sesuatu meskipun itu membuat kita celaka, pasti akan ada hikmah dibalik semuanya. Cerita ini mengajarkan kita bahwa hidup ini harus bersyukur dengan apa adanya. Menerima semua yang telah Allah berikan untuk kita.
Bersabar atas setiap cobaan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Karena dibalik setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan. Karena dibalik cobaan, pasti ada hikmah yang dapat kita petik pelajarannya.
Ada juga cerita lain, yang menceritakan tentang seseorang yang ingin sekali naik pesawat. Dia berjuang dengan sungguh-sungguh mengumpulkan uang hanya untuk bisa naik pesawat.
Saat semuanya dia rasa sudah cukup, ia sudah memesan tiket pesawat dan siap untuk berangkat. Namun ada temannya yang masih menginginkan dia berada ditempat ini. Temannya tidak mau ia pergi kemana-mana. Dia sangat menyayangi temannya dan merasa berat sekali untuk meninggalkannya.
Akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk berangkat. Dia merelakan keinginannya tentunya dengan berat hati demi temannya. Selang beberapa menit kemudian terdengar kabar bahwa pesawat yang hampir saja ditumpanginya tersebut meledak diudara.
Dia begitu bersyukur sekali karena dia tidak jadi berangkat. Karena kalau dia jadi naik pesawat yang sudah diimpikannya itu, mungkin dia sudah mati bersama puing-puing pesawat tersebut diudara.
***

Betapa hikmah itu sungguh sangat tak terduga sekali. Apapun yang sedang kita alami, apapun cobaan yang sedang kita hadapi. Berusahalah untuk tetap sabar. Karena pasti akan ada sesuatu yang indah yang akan diberikan oleh Allah.
Memang terkadang kita menyukai sesuatu tapi Allah tidak meridhoi kita. Bisa jadi juga kita tidak menyukai sesuatu itu, tapi itulah yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita. Intinya adalah selalu bersyukur, menerima dengan apa adanya.
Sesuatu yang sangat pahit, akan terasa manisnya di ujung perjalanan apabila Allah menghendaki. Begitupun sebaliknya, saat kita menjalani manisnya kehidupan mungkin akan ada hal buruk yang menimpa kita. Tapi dibalik semua cobaan itu, Allah sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita semua.
Selalu bersyukur, selalu semangat menjalani kehidupan tanpa keluhan. Allah selalu ada menjaga kita. Jika kita dekat dengan Allah, tentunya Allah juga akan lebih dekat dengan kita.
Salam Imajinasi dari Sang Pemimpi!

Penulis bisa ditemukan di:
Facebook : Blog Sang Pemimpi
Twitter : @alfha_sari4
Line & Instagram : alfhasari

2 komentar: