Minggu, 15 Mei 2016

Abaikan Haters



Sumber gambar : Google image rislah.com

Pernahkah saat orang lain atau bahkan teman terdekat kita tidak menghargai kita. Saat kita sedang sangat terpuruk dan butuh sekali semangat dorongan dari mereka. yang menyakitkan adalah saat dimana mereka malah ikut merendahkan kemampuan kita. Tapi karena itulah kita berterimakasih, kita malah bisa bangkit karena kita diremehkan.
Ada satu luka yang pedih saat kita disakiti, dan luka itu bisa membuat kita kuat. Luka itulah yang bisa membuat kita bangkit dan ingin membuktikan siapa kita sebenarnya. Berkat ocehan, remehan orang-orang terdekat itulah yang membuat nekat untuk terus maju.
Kadang memang untuk mendapatkan suatu motivasi kuat bukan hanya dari kebahagiaan. Keterpurukan, hinaan maupun diremehkan itulah yang menjadi motivasi. Kadang sesuatu yang indah malah membuat kita terlena. Tapi sesuatu yang menyakitkan bisa membuat kita terus mengejar dan membuktikan kepada mereka.
Tentang disepelehkan mungkin hal yang biasa bagi kita yang sedang dalam tahap memajukan diri. Bahkan artis besar-pun sudah pasti memiliki haters. Tidak sedikit juga yang tidak menyukai kemajuan dari diri kita.
Apa yang seharusnya kita lakukan? Tentu tidak mungkin kita harus sibuk mengurusi satu persatu orang yang tidak menyukai kita. Mereka hanya bisa bertahan dalam omongan, tanpa tahu proses yang sudah kita jalani.
Dunia ini terlalu luas, kita mungkin akan terlalu sibuk untuk hanya sekedar memikirkan orang yang meremehkan. Kadang disitulah letak gregetnya. Lebih fokus untuk memperbaiki kualitas diri, berjuang dan belajar lebih giat lagi. Kadang angin ribut hanya datang sesaat. Hiraukan saja, tetap berlari mengejar impian.
Bengkulu, 15 Mei 2016 (17:50 WIB)


Penulis bisa ditemukan di:
Facebook/ Fanpage : Blog Sang Pemimpi
Twitter : @alfha_sari4
Line & Instagram : alfhasari

1 komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa komentar ya!